Namanya Dicatut Kasus Penipuan, Ngabalin Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangannya
Instagram/ngabalin
Nasional

Kabar kurang mengenakkan datang dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ngabalin. Nama Ngabalin baru-baru ini dicatut dalam kasus dugaan penipuan.

WowKeren - Ali Mochtar Ngabalin menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima uang dari hasil kejahatan alias uang haram selama lima tahun terakhir bertugas di KSP. Atas hal ini, Ngabalin pun melaporkan kasus dugaan penipuan yang mencatut namanya tersebut ke Bareskrim Polri.

Adapun kasus dugaan penipuan yang mencatut nama Ngabalin itu bermodus sumbangan Rp800 juta ke Wali Kota Cirebon. "Mungkin banyak orang kenal saya, jabatan dan kedudukan saya, tapi tidak pernah ada uang yang subhat maupun haram yang melintas dalam tenggorokan kami," ujar Ngabalin di Bareskrim Polri, Kamis (7/4).

Ngabalin diketahui melaporkan kasus dugaan tindakan pemalsuan tanda tangan dan kop surat KSP untuk meminta sumbangan tersebut. Ia terpantau tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 10.10 WIB pagi tadi. Ia tampak didampingi oleh seorang pengacara dan Tenaga Ahli Utama Yohanes Joko.

Dalam pelaporannya, Ngabalin diketahui juga membawa sejumlah bukti dan 3 dokumen yang dipalsukan. Kemudian, ia pun menunjukkan contoh dokumen surat yang mencatut namanya.


"Toh nama ini memang bahasa Arab, tanda tangan saya itu huruf Arab, tapi tidak begini," papar Ngabalin. "Ini dia menulis bahasa Arab, ini orang pasti pintar bahasa Arab, kemudian bisa menulis, karena bagus sekali tulisannya, tanda tangan ini."

Selain itu, bukti lain bahwa dokumen tersebut palsu adalah tertulis atribusi Ngabalin sebagai Staf Khusus, padahal ia menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama KSP. Selanjutnya, Ngabalin mengatakan bahwa tidak ada kewenangan bagi pihaknya untuk mengeluarkan surat-surat keluar seperti itu.

Tidak hanya itu, Ngabalin juga membawa dokumen surat lainnya yang memalsukan identitasnya sebagai seorang Staf Khusus Presiden, dan dokumen surat permintaan uang yang mencatut nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Ia lantas berharap agar polisi secara profesional menindak kasus tersebut.

Ngabalin meyakini bahwa Polri bisa mengungkap identitas pelaku yang telah mencatut namanya dalam kasus dugaan penipuan sumbangan tersebut. "Paling tidak dengan kehadiran saya di sini, saya ingin menyampaikan ke masyarakat Indonesia karena KSP ini terlalu seksi," beber Ngabalin.

"Banyak yang mengaku-ngaku, banyak sekali orang yang mencatut nama Pak Moeldoko, Ibu Deputi, Pak Deputi, saya juga," tandas Ngabalin. "Jadi memang ini sekaligus menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kami di sana itu bekerja atas perintah Pak Presiden, Pak Moel."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait