Plastic Bank mengingatkan Indonesia tengah berada di kondisi darurat sampah plastik. 7,8 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun dengan 4,9 juta ton tak dikelola dengan baik.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 08 April 2022 - 11:25 WIB
WowKeren - Sampah jadi salah satu persoalan yang penyelesaiannya masih menjadi PR panjang di Indonesia. Apalagi warga Indonesia hingga kini tampaknya masih memiliki tingkat kesadaran diri yang rendah terhadap pencemaran lingkungan dari sampah-sampah tersebut.
Plastic Bank Indonesia mencatat, setiap tahun ada 4,9 juta ton sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik. Bahkan, ada 83 persen sampah plastik yang bocor ke laut dan mengancam ekosistem laut.
"Indonesia sedang darurat sampah plastik karena setiap tahunnya bisa menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik dengan 4,9 juta ton di antaranya tidak dikelola dengan baik sampai berada di tempat pembuangan akhir,” ungkap Country Manager Plastic Bank Indonesia, Paola Cortese, dalam keterangannya pada Kamis (7/4).
Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri punya target untuk menurunkan pencemaran sampah plastic di laut sebesar 70 persen pada 2021. Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah menargetkan nol persen polusi plastic di Indonesia yang ditargetkan tercapai pada tahun 2040 mendatang.
Meski begitu menurut Paola, hingga kini sayangnya masih banyak tantangan yang dihadapi untuk mengejar target tersebut. Salah satunya, implementasi kebijakan yang mengatur mengenai responsibilitas produsen plastik di Indonesia masih sangat kurang.
"Masih banyak produsen yang belum aware dengan material kemasan plastik hingga bagaimana pengelolaan sampah plastiknya,” beber Paola Cortese.
Sebagai salah satu aksi nyata untuk mendukung target pemerintah, lebih dari 12 ribu anggota komunitas pengumpul plastik bekerja sama melakukan pencegahan. Komunitas yang disebut sebagai Pahlawan Samudra itu berhasil mencegah pencemaran setara dengan satu miliar botol plastik di laut.
Pencapaian ini merupakan bukti komitmen Plastic Bank Indonesia dalam mencegah polusi plastik di laut sekaligus mengurangi kemiskinan. Terutama di wilayah pesisir pantai di Indonesia, sambil merevolusi ekonomi sirkular global untuk plastik.
“Selain menyelamatkan laut dan alam, aksi ini juga membantu mengurangi kemiskinan di kalangan kolektor plastik informal. Di mana para pengumpul plastik diberikan imbalan dalam berbagai bentuk mulai dari uang tunai, tabungan, BPJS Kesehatan dan lainnya," pungkas Paola.
(wk/amel)