Keberadaan minyak goreng saat ini tampaknya masih berada pada kelangkaan. Tidak hanya itu, harga minyak goreng pun masih sangat tinggi, hingga memicu reaksi dari Menteri BUMN terhadap pihak swasta.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 09 April 2022 - 20:55 WIB
WowKeren - Harga minyak goreng di Indonesia hingga saat ini masih melambung tinggi. Menteri BUMN Erick Thohir bahkan menyentil perusahaan-perusahaan sawit swasta yang tidak membantu menurunkan harga minyak goreng di Indonesia.
Erick lantas menyebut perusahaan-perusahaan sawit swasta itu seperti orang asing yang tidak peduli dengan Indonesia. "Saya mengetuk swasta untuk juga punya komitmen penuh pada pemberian minyak goreng kepada rakyat," ujar Erick saat melakukan operasi pasar minyak goreng oleh PTPN di Lamongan, Sabtu (9/4).
"Ingat, kita sebagai bangsa Indonesia Alhamdulillah luar biasa, kita mendapatkan berkah di Indonesia, jadi ketika ada seperti ini, swasta juga harus kembali bertanggung jawab menyelesaikan," papar Erick. "Jangan menjadi orang asing."
Lebih lanjut, Erick mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan sawit swasta juga memperoleh keuntungan karena mendapat izin untuk mengolah sumber daya alam di Indonesia. Akan tetapi, ketika rakyat butuh bantuan karena harga minyak goreng mahal, mereka malah tidak peduli. Ia pun meminta kepada pihak swasta untuk turut membantu.
"Menjadi orang asing, kaya dari sumber daya alam Indonesia, tetapi ketika rakyat membutuhkan tidak hadir," tegas Erick. "Jadi saya sangat mengetuk para swasta. Ayo selesaikan masalah minyak goreng ini, ayo kita gotong royong."
Erick menerangkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), BUMN yang bergerak di sektor perkebunan, hanya menguasai 4 persen perkebunan sawit di seluruh Indonesia. Artinya, sisanya dikuasai oleh perusahaan-perusahaan swasta.
"Lalu kita bersama menampung dari petani mungkin jadi 7 persen. Nah yang mayoritas itu dari swasta, karena itu sejak awal dari beberapa bulan lalu, saya mengetuk hati swasta," beber Erick.
Meski hanya menguasai 4 persen lahan sawit di seluruh Indonesia, Erick menuturkan bahwa PTPN tetap berupaya membantu rakyat. Ia mengungkapkan saat ini BUMN memproduksi minyak goreng dan menjualnya dengan harga terjangkau.
Meski demikian, Erick juga masih berharap agar pihak swasta juga mengambil langkah serupa. "Kalau BUMN saja yang hanya punya 4 persen, melakukan perubahan seperempat dari produksinya yang tidak produksi minyak goreng tadinya, kita lakukan sekarang seperempat dari produksinya untuk rakyat," pungkas Erick.
(wk/tiar)