Presiden Jokowi Tegaskan Pemilu 2024 Tak Ditunda, Lokasi Demo BEM SI Bakal Berubah
Twitter/jokowi
Nasional

Saat memimpin rapat dengan jajarannya pada Minggu (10/4), Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Pemilu 2024 tidak akan ditunda. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa Pemilu 2024 akan digelar sesuai jadwal, yakni tanggal 14 Februari 2024. Karena itulah dia meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi tentang penundaan Pemilu hingga perpanjangan masa jabatan.

"Saya kira sudah jelas, semuanya sudah tahu bahwa pemilu akan dilaksanakan 14 Februari 2024. Ini perlu dijelaskan," kata Jokowi saat memimpin rapat soal Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 dengan jajarannya pada Minggu (10/4).

Dia melanjutkan, "Jangan sampai nanti muncul spekulasi-spekulasi, yang isunya beredar di masyarakat bahwa pemerintah tengah berupaya untuk melakukan penundaan pemilu atau spekulasi mengenai perpanjangan jabatan presiden dan juga yang berkaitan dengan soal tiga periode."

Meski Jokowi telah menegaskan hal ini, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan tetap menggelar aksi demonstrasi pada Senin (11/4) besok. Hanya saja, lokasi demo mereka akan berubah dari yang semula direncanakan di dekat Istana Merdeka, menjadi ke depan Gedung DPR/MPR RI.


"Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia akan menggelar aksi untuk yang kedua kalinya yang saat ini bertempat di Rumah Rakyat atau Gedung DPR RI, dengan tujuan untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan peringatan kepada wakil rakyat terkait berbagai permasalahan yang ada," tulis BEM SI dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Kendati demikian, BEM SI masih akan menyuarakan isu yang sama seputar penundaan Pemilu. Mereka meminta DPR untuk mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat dengan sungguh-sungguh tanpa mengedepankan kepentingan partai.

"Selain dari hal di atas, Aliansi BEM SI juga meminta jawaban atas tuntutan rakyat yang sampai saat ini belum terjawab. Terdapat 18 tuntutan rakyat di mana 6 tuntutan dibawa saat aksi pada tanggal 28 Maret 2022 dan 12 tuntutan lainnya berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi 21 Oktober 2021 lalu," jelas perwakilan BEM SI.

"Tuntutan tersebut antara lain berisi mengenai tuntutan kepada Presiden untuk bersikap tegas menolak isu penundaan pemilu 2024, tuntutan lainnya adalah mengenai stabilitas harga bahan-bahan pokok untuk masyarakat. Sedangkan tuntutan lainnya, adalah mengenai UU Cipta Kerja," pungkas mereka.

Sementara itu, sejumlah kelompok mahasiswa telah melakukan aksi di daerah masing-masing jelang demo 11 April di Jakarta. Aksi unjuk rasa tolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden juga sudah terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait