Nasib Malang Anak Yatim Piatu di Sukoharjo, Tewas di Tangan Kakak Angkat Sendiri
Pixabay/Leroy_Skalstad
Nasional

Seorang bocah yatim piatu di Sukoharjo meregang nyawa di tangan kakak angkatnya sendiri. Korban yang baru berusia 7 tahun itu rupanya memang kerap mengalami penganiayaan dari sang kakak angkat.

WowKeren - Bocah Sukoharjo berinisial UF (7) warga Desa Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo meninggal dunia pada Selasa (12/4) malam. Kematian anak yatim piatu itu pun mengundang kecurigaan warga karena dianggap tak wajar. Awalnya, UF disebut meninggal karena terjatuh dari atap.

Kecurigaan warga bahwa bocah tersebut meninggal dunia tak wajar akhirnya terbukti. Korban nyatanya meninggal bukan karena jatuh dari atap melainkan akibat dibanting oleh kakak angkatnya sendiri.

Kapolsek Kartasura, AKP Mulyanta memastikan, korban meninggal dunia karena tindak kekerasan yang dilakukan oleh kakak angkatnya sendiri. Mirisnya lagi, kakak angkat korban yakni F ternyata masih berusia 18 tahun dan berstatus pelajar. Pelaku pun kini telah diamankan oleh kepolisian dan masih dalam pengembangan penyelidikan.

"Pelaku sudah kami amankan dan kasus itu masih dalam pengembangan dan sementara 1 orang," ungkap AKP Mulyanta di Mapolsek Kartasura kepada wartawan, Selasa (12/4) malam, melansir Tribunnews.com.

Mulyanta menjelaskan bahwa sebelum meninggal dunia korban sempat mendapat perawatan di RS PKU Muhammadiyah Kartasura. Anak yatim piatu itu disebut mengalami luka pada bagian kepala, dugaan akibat dibanting oleh pelaku.


"Kepalanya mengalami luka karena dibanting dan sempat muntah-muntah," ujar AKP Mulyanta.

AKP Mulyanta turut mengungkap fakta lain mengenai korban. Ia mengungkap bahwa korban yang berstatus yatim-piatu itu ternyata memang sudah sering mendapat penganiayaan dari sang kakak angkat. Aksi penganiayaan itu tega dilakukan oleh kakak angkatnya sendiri karena disebut sering mencuri uang.

Korban yang masih berusia 7 tahun itu dianiaya menggunakan pemukul kasur hingga ali rafia. "Mereka jengkel. Kemudian dianiaya oleh kakak angkatnya dengan seblak kasur dan tali rafia," pungkas AKP Mulyanta.

Pada saat olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa tali rafia yang digunakan untuk mengikat tangan korban, seblak kasur, dan potongan bambu.

Di Indonesia, anak-anak kerap menjadi sasaran aksi kekerasan orang lain yang lebih dewasa atau bahkan orangtua. Bukan hanya alami kekerasan fisik, bahkan tak jarang anak-anak menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan orang terdekat mereka.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait