Simon Leviev pria yang dikenal kerap menggunakan aplikasi kencan Tinder Swindler untuk menipu sejumlah wanita kini ditangkap terkait kasus pemalsuan identitas.
- Sisilia Rizky Azalea
- Sabtu, 23 April 2022 - 14:48 WIB
WowKeren - Pegiat aplikasi kencan 'Tindler Swindler' Simon Leviev kabarnya telah ditangkap oleh kepolisian Spanyol. Pria yang dikenal telah menipu puluhan wanita melalui Tindler Swindler itu ditangkap usai ketahuan memakai identitas palsu pada SIM-nya.
Alhasil, pria pemilik nama lengkap Shimon Hayut terancam kembali berurusan dengan hukum. Kini, Simon tengah diperiksa usai ketahuan memakai SIM palsu dengan nama Michael Bilton.
Polisi menangkap Simon yang tengah mengendarai mobil mewah Maserati senilai 80.000 Euro di pantai Spanyol. Ia ditangkap bersama seorang wanita misterius yang tidak diungkapkan identitasnya.
Kini, pengadilan bagian Algericas, Spanyol tengah menyelidiki kasus pelanggaran Simon yang lain. Kabarnya, polisi telah membebaskan Simon dengan jaminan bersedia dipanggil lagi untuk keterangan lebih lanjut.
Simon juga telah memberikan alamat pribadinya ke petugas polisi guna penyelidikan lebih lanjut. Ini bukan kali pertama Simon berurusan dengan hukum.
Sebelumnya, Simon telah mendekam di penjara Finlandia selama dua tahun usai terbukti menipu beberapa wanita. Pria 31 tahun itu kemudian bebas di tahun 2017.
Dua tahun setelahnya, Simon kembali harus dipenjara di Israel lantaran ketahuan memakai paspor palsu. Ia kemudian dibebaskan usai ditahan selama lima bulan lantaran dianggap berperilaku baik.
Sementara itu, Simon sempat mengaku sebagai anak "Raja Berlian" Israel, Lev Leviev, dan menjerat para korban wanita dengan memamerkan gaya hidup mewahnya. Modusnya, ia akan mengiming-imingi wanita yang ditemuinya di Tinder untuk kencan yang mahal dan berkesan.
Dalam kasus Cecilie Schroder Fjellhy, Simon menggunakan perjalanan dengan jet pribadi, dan perlahan-lahan membangun hubungan sambil secara diam-diam berkencan dengan wanita lain. Untuk mengeruk keuntungan dari korbannya, Simon berpura-pura seolah musuh telah menyerang pengawalnya hingga berdarah.
Korban yang sudah percaya, akan diberitahu Simon bahwa kartu kreditnya tidak dapat digunakan karena alasan keamanan. Ia akan meminta korbannya untuk membuka yang baru dengan nama mereka untuk ia gunakan.
(wk/Sisi)