Cerita Korban Kebakaran Pasar Gembrong: Tabungan Untuk Pulang Kampung Ikut Ludes Terbakar
Pixabay/Ilustrasi
Nasional

Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul diduga akibat hubungan arus pendek listrik dari sebuah rumah berlantai dua.

WowKeren - Pasar Gembrong di Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengalami kebakaran besar pada Minggu (24/4) malam. Kebakaran mulai bisa dijinakkan sekitar pukul 01.08 WIB. Sementara proses pendinginan pada Senin (25/4) pukul 04.30 WIB.

Salah seorang korban kebakaran Pasar Gembrong mengungkapkan kisah pilunya. Seluruh harta benda hasil kerja pria bernama Rudi tersebut ludes terbakar.

"Semalam kejadiannya cepat. Nggak ada punya firasat apa-apa, yang saya ingat kebakaran udah gede aja. Mau nyelametin barang-barang pun udah enggak bisa," ungkap Rudi.

Rudi yang berasal dari Jawa Tengah sempat tak percaya seluruh harta hasil jerih payahnya hilang dalam sekejap. Niatnya untuk pulang kampung dan merayakan Idul Fitri pun mengalami kendala.

"Susah-susah banting tulang cari nafkah buat keluarga di kampung. Malah semalam kena musibah. Saya sempat pingsan karena di dalam itu ada tabungan seberapa buat pulang kampung," katanya.


Sementara itu, korban lain bernama Zainal mengaku seluruh barang miliknya hangus terbakar. Ia hanya sempat keluar membawa dompet dan ponsel saat kebakaran terjadi.

Sedangkan korban lain bernama Wardhina hanya berdiri dan melihat barang miliknya yang tersisa. "Masih banyak barang-barang aku. Tas saya bagus-bagus," ujarnya dilansir CNN Indonesia.

Di sisi lain, Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul diduga akibat hubungan arus pendek listrik dari sebuah rumah berlantai dua. Api yang tidak bisa ditanggulangi warga langsung merembet ke bangunan sekeliling hingga membesar.

"Korsleting listrik berawal dari rumah ibu Rawinah di lantai dua. Pemilik rumah teriak terjadi kebakaran dan warga berusaha memadamkan api," jelasnya.

Adapun kebakaran ini dilaporkan menghanguskan 400 bangunan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

"Kerugian kurang lebih Rp 1,5 miliar rupiah. Sebanyak 450 kepala keluarga atau 1000 jiwa di lima RT terdampak," beber Gatot.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait