Percakapan dengan Putin ini terjadi usai Jokowi sempat berbincang dengan Presiden Ukraina Volodimir Zelensky. Melalui cuitan di akun Twitter resminya, Zelensky mengaku diundang untuk hadir dalam KTT G20.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 29 April 2022 - 10:13 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo telah melakukan percakapan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin lewat telepon. Dalam percakapan tersebut, Jokowi dan Putin membahas mengenai situasi di Ukraina dan juga berbagai aspek kegiatan G20.
"Atas permintaan Joko Widodo, Vladimir Putin menguraikan penilaian Rusia terhadap situasi di Ukraina terkait operasi militer khusus yang sedang berlangsung," demikian keterangan kantor kepresidenan Rusia, Kamis (28/4).
Jokowi dan Putin disebut telah menyepakati kontak lebih lanjut. Percakapan itu juga disebut terjadi atas inisiatif pihak Indonesia.
"Masalah kerja sama Rusia-Indonesia dibahas, serta, dengan mempertimbangkan kepemimpinan Jakarta di G20, berbagai aspek kegiatan Indonesia dan Rusia di G20," lanjutnya.
Adapun percakapan dengan Putin ini terjadi usai Jokowi sempat berbincang dengan Presiden Ukraina Volodimir Zelensky. Melalui cuitan di akun Twitter resminya, Zelensky mengaku diundang untuk hadir dalam KTT G20.
Lewat cuitan itu, Zelensky juga mengungkap bahwa dirinya dan Jokowi membahas soal isu ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian serius bagi berbagai negara. Sayangnya, Zelensky belum memberi kepastian soal undangan ke G20 yang diberikan Jokowi tersebut.
Sementara itu, Jokowi juga telah mengungkapkan isi percakapannya dengan Zelensky melalui cuitan di akun Twitternya. Jokowi membahas dukungan Indonesia terhadap negosiasi damai untuk mengakhiri konflik di Ukraina, namun ia tidak menyinggung soal undangan KTT G20 untuk Ukraina.
"Kemarin saya berbicara dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Saya menegaskan kembali soal dukungan Indonesia atas upaya apapun bagi perundingan damai agar berhasil dan siap memberikan bantuan kemanusiaan," cuit Jokowi.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta, menilai apabila Jokowi benar-benar telah mengundang Zelensky ke KTT G20, maka hal itu menunjukkan kecerdikan Indonesia. "Itu bisa dilihat dari sisi perspektif kompromi, tapi boleh jadi itu juga dapat dilihat sebagai kecerdikan Indonesia," ujar Sukamta kepada BBC News Indonesia, Kamis.
Langkah Indonesia itu juga dinilainya sebagai kompromi. Pasalnya, hal itu bagian dari negosiasi setelah ada ancaman boikot dari negara-negara Barat pasca rencana kehadiran Putin ke KTT G20.
(wk/Bert)