Kasus Hepatitis Akut Misterius Bisa Serang Orang Dewasa? Ini Kata IDAI dan Kemenkes
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Di Indonesia, tiga pasien anak diketahui meninggal dunia usai diduga terinfeksi Hepatitis Akut. Lantas, apakah penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa?

WowKeren - Kasus Hepatitis Akut misterius yang menyerang anak dan telah ditemukan di sejumlah negara termasuk Indonesia disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Di Indonesia, tiga pasien anak diketahui meninggal dunia usai diduga terinfeksi Hepatitis Akut. Lantas, apakah penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa?

Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro – Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Muzal Kadim, Hepatitis Akut misterius ini lebih rentan menyerang anak karena anak belum memiliki sistem imun yang sempurna. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga rentan menyerang orang deasa.

"Tetapi ada juga sebenarnya hepatitis akut ini yang justru terjadi pada orang yang memiliki sistem imun kuat seperti orang dewasa," ungkap Muzal kepada awak media, Sabtu (7/5). "Karena justru yang menghancurkan atau merusak sel hati adalah kekebalan tubuh sendiri untuk menghancurkan virus, namun keberadaan virus ada di sel hati. Maka sel hatinya juga bisa hancur."

Namun hingga saat ini kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya itu masih belum ditemukan pada orang dewasa dengan sistem imun kuat. Muzal menilai orang dewasa dengan sistem imun yang kuat terkadang bisa rentan terhadap serangan hepatitis. Umumnya, hepatitis memiliki gejala saluran cerna seperti muntah, diare, sakit perut, hingga demam.

"Bisa kuningnya juga ke badan kalau lebih berat lagi, dan makin berat lagi bisa menyebabkan kesadaran menurun kalau sel hatinya sudah banyak yang rusak. Jadi tergantung derajatnya. Kalau kerusakannya semakin berat gejalanya juga semakin berat," paparnya.


Oleh sebab itu ia mengimbau orang yang mengalami gejala tersebut untuk segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kemudian kita lanjutkan protokol yang saat ini sedang berlangsung seperti pakai masker, jaga jarak untuk mengurangi risiko penularan lewat droplet, walaupun ini masih dugaan," tukasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa kasus Hepatitis Akut hingga saat ini baru ditemukan pada anak-anak di bawah usia 16 tahun. Menurutnya, pola penyebaran penyakit tersebut belum diketahui secara pasti.

"Sampai saat ini semua kasus di bawah 16 tahun ya," ujar Nadia kepada Kompas.com.

Namun ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Hal ini menjadi penting untuk mencegah penularan.

"Belum tahu kita polanya secara pasti, tapi menerapkan higiene dan sanitasi personal menjadi penting untuk cegah penularan. Baik pada dewasa maupun anak," pungkasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts