Pihak Istana lantas mengungkapkan alasan Jokowi tidak menggunakan pesawat kepresidenan dan lebih memilih menyewa pesawat tersebut dalam perjalanan ke Amerika Serikat pada Selasa (10/5) hari ini.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 10 Mei 2022 - 13:06 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo bertolak ke Amerika Serikat pada Selasa (10/5) hari ini. Jokowi memiliki agenda untuk menghadiri KTT Khusus ASEAN-AS di Washington DC pada 12-13 Mei.
Jokowi terbang ke Negeri Paman Sam melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat carter Garuda Indonesia Boeing 777-300 ER. Pihak Istana lantas mengungkapkan alasan Jokowi tidak menggunakan pesawat kepresidenan dan lebih memilih menyewa pesawat tersebut dalam perjalanan ke AS.
"Perjalanan sangat jauh jika pakai pesawat presiden bisa dua kali transit. Pesawat presiden hanya muat 48 orang, sementara tim ada 62 orang, jaraknya sangat jauh," ungkap Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, Selasa. "Kalau transit dua kali berarti setiap titik ada tim advance. Nah, ini hanya satu kali."
Dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia tersebut, tutur Heru, maka semua menteri yang ikut bisa dimuat dalam satu pesawat. Menurutnya, penggunaan pesawat Garuda Indonesia tersebut akan lebih efisien.
"Dan semua menteri yang ikut bisa satu pesawat PP. Dan tim advance akan ikut kembali bersama pesawat itu sehingga lebih efisien," ujarnya.
Sebelum bertolak ke AS, Jokowi sempat memaparkan sejumlah agenda yang akan dihadirinya. Selain KTT Khusus ASEAN-AS, Jokowi juga akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden, Wakil Presiden AS Kamala Harris, hingga sejumlah CEO perusahaan besar.
"Bersama kepala negara negara ASEAN lainnya saya akan berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan US Special Summit selama dua hari," ujar Jokowi sebelum terbang. "Adapun rangkaian pertemuan yang saya hadiri antara lain pertemuan dengan anggota Kongres, pertemuan dengan para CEO besar dari AS, dan juga pertemuan dengan Wapres Kamala Harris dan tim perubahan iklim AS, serta pertemuan tingkat tinggi pemimpin ASEAN dan Presiden Biden."
Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia kini memegang koordinator kemitraan ASEAN-AS periode 2021-2024. Oleh sebab itu, KTT Khusus ini diharapkan bisa menghasilkan kerjasama yang dapat berkontribusi untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
(wk/Bert)