Suhu Panas Terik Bisa Bikin Virus Lompat Dari Hewan ke Manusia? Ini Kata Pakar
Nasional
Waspada Suhu Panas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum di Indonesia selama periode 1-7 Mei 2022 berkisar antara 33 hingga 36,1 derajat Celcius.

WowKeren - Suhu panas terik tercatat dialami sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum selama periode 1-7 Mei 2022 berkisar antara 33 hingga 36,1 derajat Celcius.

Adapun suhu panas terik disebut-sebut berpotensi menimbulkan banyak lompatan virus dari hewan ke manusia. Meski demikian, ahli kesehatan lingkungan Dicky Budiman menjelaskan bahwa hal tersebut tidak terjadi secara langsung dan ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

"Karena udara terus memanas, hewan berisiko punah. Virus yang ada di hewan tersebut tidak langsung punah. Virus malah mencari 'host' atau 'rumah baru' tempat mereka hidup dan itu bisa saja ke manusia," ujar Dicky, Rabu (11/5).

Selain itu, meningkatnya risiko penyakit zoonosis juga disebabkan oleh makin dekatnya hewan ke manusia. Kontak erat yang terjadi antara hewan ke manusia membuat kemungkinan lompatan virus semakin besar.



Lebih lanjut, Dicky memaparkan bahwa perubahan iklim akibat pemanasan global yang kini tengah dirasakan masyarakat dunia turut berdampak pada pergerseran karakter penyakit. Contohnya dulu penyakit demam berdarah atau malaria ditemukan di dataran rendah, namun kini penyakit tersebut bisa ditemukan di dataran tinggi.

"Itu terjadi karena suhu di dataran tinggi sudah tidak sedingin dulu, karena pemanasan global suhu dataran tinggi sekarang lebih hangat dan ini memungkinkan nyamuk pembawa penyakit bisa hidup di sana. Padahal dulu nyamuk enggak bisa hidup di dataran tinggi," terangnya.

Ia mencontohkan negara Nepal yang dulu jarang menemukan nyamuk. Namun kini penyakit demam berdarah atau malaria yang disebabkan oleh nyamuk telah ditemukan di Nepal.

"Tapi sekarang, penyakit demam berdarah atau malaria sudah ada di Nepal. Ini contoh nyata bahwa pemanasan global berdampak juga pada keselamatan kesehatan manusia," tukasnya.

Sebelumnya, BMKG mengungkapkan bahwa suhu maksimum 36,1 derajat Celcius tercatat di wilayah Tangerang, Banten; dan Kalimarau, Kalimantan Utara. Suhu panas atau terik pada siang hari ini masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei. Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus menjaga stamina tubuh.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts