Polisi Ungkap Seorang Tersangka Terorisme ISIS Di Sulawesi Tengah Menyerahkan Diri
Pixabay
Nasional

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri berhasil meringkus 24 tersangka teroris, termasuk sebagian di antaranya pendukung ISIS. Kini seorang tersangka ISIS disebut menyerahkan diri ke kepolisian.

WowKeren - Kasus terorisme di Indonesia masih menjadi sebuah permasalahan yang dihadapi pemerintah. Pemerintah hingga kini terus berupaya untuk bisa memberantas segala jenis kelompok terorisme yang ada, termasuk pendukung Islamic State of Iraq and Syria alias ISIS.

Polisi mengungkapkan ada seorang tersangka terorisme pendukung ISIS yang menyerahkan diri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa tersangka tersebut berinisial MRW (22).

"Telah menyerahkan diri satu orang tersangka," ujar Ramadhan kepada wartawan, Kamis (19/5). Menurutnya, MRW menyerahkan diri kepada polisi yang berada di kawasan Desa Bahoea Reko, Kecamatan Bungku Barat, Morowali, Sulawesi Tengah pada Rabu (18/5) kemarin, sekitar pukul 09.30 WIB.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan bahwa MRW pernah mengikuti pelatihan atau idad, serta mengaku sumpah setia kepada pemimpin ISIS. Ia menuturkan MRW melakukan idad sebanyak dua kali dan baiat kepada amir (pemimpin) ISIS.

Sebelumnya, Ramadhan juga sempat mengungkapkan bahwa sebagian dari tersangka teroris yang ditangkap pada 14 Mei 2022 lalu, melakukan sumpah setia atau baiat kepada pemimpin baru ISIS.


Pada kala itu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri diketahui menangkap 24 teroris yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) jaringan Poso, Sulteng dan mendukung ISIS.

"Beberapa orang ini telah melakukan baiat kepada pemimpin ISIS yang baru yaitu Abu Hasan Al Hasim Al Quraisy," tutur Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/5).

Ramadhan menambahkan baiat tersebut juga dilakukan melalui Grup WhatsApp. Namun ia tidak merinci teknis dari pelaksanaan baiat tersebut. Ia menerangkan hal tersebut diketahui oleh pihaknya berdasarkan keterangan dari salah satu tersangka.

"Jadi begini ya, pengakuan itu di Grup WA gitu, disampaikan kemudian masing-masing melakukan mandiri, jadi dia melakukan baiat kemudian dikirim," jelas Ramadhan.

Sementara sebagian tersangka lainnya yang tergabung dalam MIT Poso, kata Ramadhan, terlibat dalam persiapan terkait organisasi teroris tersebut. Adapun persiapan itu di antaranya termasuk logistik amunisi dan menyembunyikan informasi-informasi terkait dengan kegiatan MIT Poso itu sendiri. Kemudian melakukan pelatihan di daerah Tojo Una-una, Sulteng.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait