RI Menuju Endemi: Tren Kasus COVID-19 Usai Lebaran Diklaim Tunjukkan Perbaikan-Bakal Diserbu Wisman
Xinhua
Nasional
Menuju Endemi COVID-19

Setelah mudik Lebaran 2022, angka kasus COVID-19 di Indonesia diklaim masih menunjukkan penurunan. Di samping itu, pemerintah juga memberikan pelonggaran seperti menghapus kebijakan tes PCR.

WowKeren - Setelah dua tahun terakhir pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik di Hari Raya Idul Fitri, namun pada Lebaran 2022, pemerintah telah mengizinkan masyarakat untuk mudik. Sementara itu, berkaca pada pengalaman sebelumnya, dengan adanya kenaikan mobilitas masyarakat, maka akan diikuti dengan tren kenaikan kasus positif COVID-19.

Akan tetapi, kondisi berbeda terjadi pada saat ini, di mana meskipun masih adanya peningkatan mobilitas, terutama pada sektor retail sejak Maret lalu, tidak diikuti dengan kenaikan kasus positif. Akan hal ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahkan penambagan angka kasus harian tetap menunjukkan penurunan.

Wiku menuturkan dari kondisi kasus di tingkat nasional, Indonesia terus menunjukkan perbaikan pada indikator di atas rata-rata dunia. Akan tetapi masih disayangkan, indikator kematian bertahan pada angka yang sama, bahkan masih di atas rata-rata dunia.

"Kasus aktif pada tingkat nasional tetap menunjukkan tren penurunan yang baik menjadi 0,08 persen pada pekan terakhir, angka ini lebih rendah sekitar 4 persen di bawah rata-rata dunia,' jelas Wiku dalam keterangan pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (19/5).

Kemudian, kata Wiku, data per 8 Mei lalu, jumlah kasus aktif terdapat 6 ribu orang. Lalu per 15 Mei 2022, turun menjadi sekitar 4.700 orang.



Sebagaimana diketahui, pemerintah juga memberikan sejumlah pelonggaran pembatasan COVID-19, termasuk di antaranya menghapuskan kebijakan tes PCR bagi para pelaku perjalanan dari luar negeri. Atas hal ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meyakini kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) akan melonjak.

"Ini keputusan yang luar biasa karena ekspektasi saya dua minggu lagi baru dihapuskan," beber Budi di Changi Aviation Summit, Singapura, Kamis (19/5). "Saya sudah sampaikan jepada Pak Dirjen Perhubungan udara untuk bersiap-siap terjadi suatu pergerakan yang luar biasa."

Budi pun memproyeksikan dalam beberapa waktu ke depan, turis asing yang berkunjung ke Bali akan naik berkali-kali lipat. Ia menuturkan dari satu negara saja, yakni Singapura misalnya, penerbangan ke Bali akan mencapai 10 kali dalam sehari.

"Kalau satu flight saja ada 200 orang, berarti ada 2 ribu orang yang datang. Kalau mereka tinggal lima hari, jadi 10 ribu, bisa ada 20 hotel yang penuh turis," jelas Budi.

Budi menilai perkembangan jumlah wisatawan asing di Bali begitu penting bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan kawasan wisata tersebut merupakan salah satu parameter pertumbuhan ekonomi, sehingga harus betul-betul dimaksimalkan.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts