Gelar Misa Kenaikan Isa Almasih, Gereja Katedral Jakarta Masih Terapkan Prokes Ketat
Instagram/@katedraljakarta
Nasional

Pada Kamis (26/5) hari ini, umat Kristen di Indonesia menggelar misa perayaan Kenaikan Isa Almasih. Salah satunya adalah Gereja Katedral Jakarta yang dalam menggelar misa dengan menerapkan prokes.

WowKeren - Pada Kamis (26/5) hari ini, bertepatan dengan misa perayaan Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristen di Indonesia. Mengingat pada perayaan kali ini masih berada di tengah pandemi COVID-19, Gereja Katedral Jakarta masih menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie mengatakan bahwa pihaknya membatasi jumlah jemaat yang datang 60 persen dari kapasitas gereja. Artinya jumlah kapasitas jemaat yang bisa masuk di area dalam gereja, aula atas dan plaza Maria adalah 1.300 sampai 1.400 orang.

"Yang mana masih belum 100 persen dari kapasitas normal, (hanya 75 persen maksimal," ujar Susyana kepada Tribunnews, Kamis (26/5). Selain itu, Susyana juga menuturkan bahwa misa Kenaikan Isa Almasih kali ini sama dengan misa pada Hari Minggu.

Bahkan untuk pengamanan, kata Susyana, ada tim sekuriti dan pengamanan swadaya umat (Pamdal). "Jadi tidak ada prosesi atau acara besar," imbuhnya.



Lebih lanjut, Susyana meminta para jemaat agar melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website Belarasa. Sementara bagi yang belum memiliki nomor BIDUK dapat mendaftar di tempat dengan membawa KTP dan mengisi google form, serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Susyana pun meminta agar para jemaat tetap mematuhi prokes selama misa berlangsung. "Prokes tetap harus dilaksanakan, di dalam gereja tetap harus menggunakan masker," terang Susyana.

Meski demikian, Susyana mengatakan bahwa pada misa perayaan Kenaikan Isa Almasih pada kali ini, pihaknya tidak menerapkan batasan usia bagi para jemaat yang mengikuti misa. "Namun bagi yang memiliki komorbid ataupun ibu yang tengah mengandung, dapat mengikuti misa di rumah," jelas Susyana.

Susyana lantas meminta agar para jemaat yang datang memastikan dirinya dalam kondisi yang sehat. Apabila merasa kurang sehat, maka diimbau untuk melakukan misa secara daring.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts