Dinkes Jatim Catat Hampir 50 Persen Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Siapkan Langkah Antisipasi
Nasional
Haji 2022

Kloter pertama ibadah haji jemaah Indonesia siap berangkat pada 4 Juni 2022 mendatang. Namun Dinkes Jatim mencatat ada hampir 50 persen jemaah yang merupakan kelompok risiko tinggi.

WowKeren - Setelah dua tahun terakhir tidak memberangkatkan ibadah haji bagi jemaah Indonesia akibat kondisi pandemi COVID-19. Kini pemerintah telah kembali akan memberangkatkan haji jemaah Indonesia pada 4 Juni 2022 mendatang.

Namun menjelang keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat ada 43,97 persen jemaah haji yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Mereka pun tergolong dalam kategori resti atau risiko tinggi.

Atas hal itu, Kabid P2P Dinkes Jatim Inna Mahanani mengatakan bahwa penyakit tersebut sering diderita oleh para lansia, seperti jantung, hipertensi dan diabetes. "Dari kami tetap diberikan pemeriksaan kesehatan secara intensif, sudah ada penanganan secara individual yang meliputi pemberian penyuluhan kesehatan," ujar Inna dalam keterangannya, Rabu (25/5).



Selain itu, kata Inna, pihaknya juga sudah memberikan pelatihan dan pengukuran kebugaran untuk persiapan kesehatan para jemaah haji yang berisiko tinggi. "Sudah ada petugas kesehatan yang diberangkatkan, totalnya 72 orang, dengan satu dokter dan satu perawat," jelas Inna.

Terkait dengan pencapaian vaksinasi COVID-19, baik dosis pertama maupun dosis kedua, hingga vaksin Meningitis sampai saat ini masih dalam tahap proses. Inna menerangkan untuk capaian vaksin Meningitis sebanyak 91,58 persen, dosis satu vaksin COVID-19 94,56 persen, dan dosis kedua 92,3 persen.

Inna pun berharap pada saat keberangkatan, data sudah mencapai 100 persen, terlebih saat ini angka vaksinasi juga sudah mendekati rampung. "Kalau vaksin Influenza, kami terus berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten/Kota lantaran para jemaah juga diwajibkan mendapat vaksinasi tambahan," tutup Inna.

Sebelumnya, pihak Kementerian Agama (Kemenag) telah memastikan segala persiapan yang dibutuhkan dalam keberangkatan jemaah haji Indonesia kloter pertama. Kepala Subdirektorat Bina Petugas Haji Kemenag Suvianto pun mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mengantisipasi efek cuaca panas di Tanah Suci pada masa pelaksanaan ibadah haji tahun 1443 H/2022.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts