Siap Berangkat, Kemenag Ingatkan Jemaah Haji RI Antisipasi Cuaca Panas di Tanah Suci
AFP/Amir Nabil
Nasional
Haji 2022

Jemaah haji Indonesia kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022 mendatang. Kemenag pun menyampaikan hal-hal apa saja yang perlu disiapkan selama menjalani ibadah haji di Tanah Suci.

WowKeren - Setelah dua tahun terakhir Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji akibat kondisi pandemi COVID-19, di tahun 2022 ini, pemerintah akan kembali memberangkat jemaah haji ke Tanah Suci. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebelumnya telah mengumumkan keberangkatan haji kloter pertama pada 4 Juni 2022.

Mengingat waktu keberangkatan jemaah haji itu sudah ada di depan mata, Kemenag pun juga memastikan segala persiapan yang dibutuhkan. Kepala Subdirektorat Bina Petugas Haji Kemenag Suvianto lantas mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mengantisipasi efek cuaca panas di Tanah Suci pada masa pelaksanaan ibadah haji tahun 1443 H/2022.

Suvianto mengatakan bahwa pada puncak pelaksanaan ibadah haji nanti, suhu udara di Tanah Suci diperkirakan mencapai 48 sampai 49 derajat Celcius. Oleh karena itu, jemaah haji perlu untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengatur aktivitas dan memperhatikan konsumsi air minum.

"Perlu diketahui juga puncak ibadah bulan Juli, musim panas, jangan terlalu banyak aktivitas, karena ada puncak ibadah," ujar Suvianto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/5). "Jangan banyak aktivitas di luar, banyak minum air."



Selain mengatur aktivitas, Suvianto juga mengatakan bahwa anggota jemaah haji disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat agar tubuh tetap bugar, sebelum puncak ibadah haji, wukuf di Arafah.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat angka kematian jemaah haji Indonesia dalam 10 tahun terakhir, tercatat ada dua orang per mil atau per seribu dan kelelahan, termasuk salah satu faktor yang menyebabkan kematian anggota jemaah haji.

Maka dari itu, Suvianto menegaskan bahwa anggota jemaah haji Indonesia diimbau untuk memperhatikan kondisi tubuh selama menunaikan ibadah di Tanah Suci Mekah, agar tidak sampai kelelahan dan jatuh sakit.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia dalam ibadah haji 1443 H, mendapatkan kuota memberangkatkan 100.051 orang ke Tanah Suci di Arab Saudi. Adapun kuota tersebut mencakup 92.825 orang anggota jemaah haji reguler, 7.226 orang anggota jemaah haji khusus, dan 1.901 orang petugas.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts