Kakak Beradik Nekat Kabur ke Lampung dari Ponpes di Banten Karena Rindu Ortu: Nggak Mau Mondok Lagi
Nasional

Dua bocah berumur 7 dan 10 tahun nekad kabur dari pondok pesantren di Banten ke Lampung karena rindu orangtua. Mereka pun sempat kebingungan saat menumpang kapal hingga ditemukan aparat.

WowKeren - Video 2 bocak laki-laki kakak beradik viral di media sosial saat berada di kantor KSKP Bakauheni, Lampung Selatan. Pasalnya, bocak bernama Reyhan (10) dan Imam (7) itu sedang dalam pelarian alias kabur dari sebuah pondok pesantren di Banten. Mereka nekat kabur dari popes di Banten karena rindu pada orangtua di Lampung.

Berdasarkan data yang dihimpun, kakak beradik ini sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren El Rabani, Rangkas Bitung, Serang, Banten selama kurang lebih satu tahun. Kondisi kakak beradik tersebut diunggah ke Facebook KSKP Pelabuhan Bakauheni, AKP Ridho Rafika, Sabtu (28/5) malam.

"Rumahnya di mana? Apa nama kampungnya?" tanya seorang laki-laki dalam video tersebut. "Dekat polsek. Nama kampungnya Way Huwi. Kalau tempat sekolahnya di Campang Raya," kata bocah itu.

"Kamu orang ini di mana mondoknya? Nama kamu siapa? Nama orangtuamu?" ujarnya. "Di Serang. Nama saya Reihan. Nama orangtua saya Dede," jawab bocah yang duduk di belakang.


Bahkan salah satu anak laki-laki tersebut tampaknya enggan kembali tinggal di pondok pesantren. "Nama saya Imam. Kami dari Rangkas Bitung. Enggak mau mondok lagi," tegas bocah yang mengaku bernama Imam tersebut.

Kepala KSKP Bakauheni AKP Ridho Rafika mengungkapkan, kakak beradik ini tiba di kantornya sore hari. Pihak kepolisian pun akhirnya mengantarkan kedua bocah itu pulang ke rumah mereka. "Hari ini kami akan antarkan mereka kembali ke rumahnya," kata Ridho, Minggu (29/5).

Kedua bocah tersebut diantar oleh Bripda Putra Souka Satria dan Bripka Rio Kusbiantoro dari KSKP Bakauheni, sekitar pukul 13.00 WIB. Kedatangan kedua bocah tersebut disambut tangis dan haru oleh tetangga dan juga keluarga.

"Pada 28 Mei 2022 datang ke polsek KSKP Bakauheni Pak Andi, dari KMP Nusantara. Dia membawa dua orang anak laki-laki, bernama Reyhan (10) dan juga Imam (7). Setelah ditanya-tanya memang kedua anak ini si Imam dan si Reyhan posisinya di atas kapal itu juga sedang kebingungan," beber Bripda Putra Souka.

"Kalau alasan dari kedua bocah itu mereka kangen dengan orangtuanya. Karena selama ini mereka tinggal di ponpes di daerah Rangkas. Sudah dua tahun mereka tidak pulang. Lantas mereka ingin pulang untuk ketemu orangtuanya," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait