Ketika wartawan di ruang pengarahan White House mendengar BTS akan masuk, mereka semua mengeluarkan ponsel mereka untuk mengambil foto dan video grup Korea Selatan itu.
- Chusnul Chotimah
- Kamis, 02 Juni 2022 - 08:42 WIB
WowKeren - Kunjungan BTS (Bangtan Boys) ke White House, Amerika Serikat, baru-baru ini berubah menjadi acara jumpa fans dadakan. Para reporter tampaknya "kesal" karena kelakuan tamu undangan mengganggu pekerjaan mereka.
BTS mengunjungi White House pada 31 Mei (waktu setempat) atas undangan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Undangan ini dibuat untuk menutup "Bulan Warisan Asia Amerika dan Penduduk Asli Hawaii/Kepulauan Pasifik (AANHPI)."
Ketika wartawan di ruang pengarahan White House mendengar BTS akan masuk, mereka semua mengeluarkan ponsel mereka untuk mengambil foto dan video grup Korea Selatan yang digawangi RM (Rap Monser) dan kawan-kawan itu.
Sejumlah fotografer di belakang berteriak, "Tolong turunkan ponsel kalian" berulang kali, karena itu akan memblokir kamera mereka. Namun banyak yang tidak mengindahkan teriakan fotografer yang terganggu.
Namun wartawan yang duduk di kursi depan mengambil gambar dan video BTS sambil menurunkan ponsel mereka. Beberapa wartawan bahkan langsung mempostingnya di akun media sosial mereka.
Suasana ruang konferensi pers White House biasanya serius karena diskusi masalah domestik di AS seperti inflasi dan penembakan massal, serta masalah internasional seperti perang Ukraina. Namun BTS membuat ruangan tersebut seperti acara jumpa fans mereka.
Ruang briefing White House dipenuhi lebih dari 100 reporter yang berkunjung untuk meliput penampilan BTS di samping 49 kursi tetap tempat reporter reguler duduk. Harian Inggris The Guardian berkomentar, "Ruang pengarahan Gedung Putih tidak pernah begitu penuh."
Melihat hal ini, netizen Korea tidak bisa untuk tidak bangga pada BTS. Mereka juga menyindir haters yang terus membenci BTS.
"BTS telah melampaui tag anggota tim nasional dengan diundang ke White House dan sekarang berbicara sebagai perwakilan Asia yang sangat keren. Mereka berbicara di PBB untuk pemuda di seluruh dunia. Jadi melihat prajurit keyboard yang duduk di sudut kamar mereka masih membenci mereka sungguh menyedihkan," komentar netizen.
"BTS menciptakan gebrakan hanya dengan berbicara tentang rasisme terhadap orang kulit hitam dan mereka juga sangat vokal tentang kebencian Asia. Bahkan sebagai bintang top dunia, BTS masih mengalami rasisme di media asing," tambah netizen lain.
"BTS tidak hanya membawa lebih banyak kesadaran positif tentang Korea tetapi juga tentang Asia secara keseluruhan. Itu sebabnya sesama orang Asia lainnya juga bangga dengan mereka," pungkas lainnya.
(wk/chus)