1 Jemaah Haji Indonesia Kloter Pertama Meninggal Dunia Usai Tiba di Arab Saudi
Unsplash/Ishan @seefromthesky
Nasional
Haji 2022

Satu jemaah haji asal Indonesia kloter pertama yang tiba di Arab Saudi mengeluh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Pihak terkait pun mengungkap penyebab kematian jemaah tersebut.

WowKeren - Jamaah haji Indonesia jadi yang pertama tiba di Arab Saudi pada Sabtu (4/6) lalu. Sayangnya, ada satu orang jemaah haji keberangkatan kloter pertama tersebut yang meninggal dunia saat tiba di Arab Saudi.

Kementerian Agama mengumumkan seorang jemaah haji perempuan yang meninggal tersebut atas nama Suhati Rahmat Ali bin Haji Ahmad berusia 64 tahun. Nomor paspor C6495065 dari kloter JKG Embarkasi Jakarta, Pondok Gede.

“Marilah kita doakan semoga almarhumah wafat dalam keadaan khusnul khatimah dan diterima seluruh amal ibadahnya,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Ahmad Abdullah Yunus saat konferensi pers virtual melalui kanal YouTube Kemenag RI, Minggu (5/6) kemarin.

Ahmad Abdullah Yunus menyampaikan bahwa Suhati berangkat bersama rombongan melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Madinah, Arab Saudi. Kemenag, kata Ahmad, memastikan bahwa segala hak atas Suhati akan dipenuhi pemerintah. Salah satunya adalah Badal Haji atau haji yang diwakilkan oleh orang yang kompeten atas nama yang telah meninggal.

Ahmad juga menjelaskan soal prosedur penanganan jika ada jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi. Pihaknya akan menjalankan prosedur penanganan medis sebelum mengumumkan adanya jamaah asal Indonesia yang meninggal selama ibadah haji.


“Pemerintah akan merilis jemaah wafat bila surat keterangan COD atau Certificate of Death sudah diterima oleh petugas kami, baru kami akan umumkan di Media Center ini,” terangnya.

Sementara Kepala Daerah Kerja Bandara, Haryanto mengatakan, JKG 1 mendarat di Bandara Madinah sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi. Setelah melalui imigrasi dan pemeriksaan barang bawaan, Suhati mengeluhkan rasa sakit dan dibawa ke klinik yang ada di sana.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Kesehatan di Bandara Madinah dan poliklinik Bandara, selang beberapa saat kami menerima informasi bahwa jamaah tersebut wafat,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Kepala Pos Kesehatan Daker Bandara, Agus Sultoni menjelaskan, menurut dokter yang menangani Suhati, almarhumah mengalami serangan jantung. Ternyata Suhati diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi.

"Tadi sempat diperlihatkan gambar irama jantung yang memang tidak teratur,” pungkas Agus Sultoni pada rilis yang sama.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts