Makin Parah, Eks Staf Akui Dimaki & Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Idol Generasi 1 CEO Agensi
Selebriti

Seorang mantan staf akhirnya ikut bicara mengenai perlakuan buruk dari seorang idol generasi 1 sekaligus CEO agensi yang baru-baru ini diduga memukul para trainee.

WowKeren - Baru-baru ini, diketahui heboh seorang mantan trainee A dan C mengakui mendapatkan kekerasan dari idol generasi 1 yang juga seorang CEO agensi (B). Kini, kembali muncul pernyataan baru yang semakin menguatkan bahwa rumor kekerasan B ini benar adanya.

Seorang mantan staf wanita (D) ikut membeberkan sikap buruk B melalui komunitas daring. D bahkan tak ragu menunjukkan bukti foto yang menguatkan bahwa ia memang staf di agensi B.

D mengaku pada awalnya ingin bekerja di agensi tersebut karena merupakan penggemar grup B. Sejak awal, ia sudah sering mendapatkan rumor bahwa agensi tersebut memperlakukan staf tidak baik namun menganggap hal tersebut hanya rumor.

"Setelah aku memutuskan untuk bekerja di perusahaan ini, kenalanku memberi tahuku bahwa ada banyak manajer yang berhenti karena perilaku CEO yang buruk. Tapi aku hanya berpikir itu rumor dan menepisnya. Namun, itu adalah penyesalan terburuk dalam hidupku," beber D.

D menyebutkan hanya bisa bertahan bekerja hingga 3 bulan saja. Agensi tersebut tidak memiliki manajer meski memiliki trainee 20 orang dan hal tersebut sebenarnya aneh. CEO B ini kemudian memaksa staf untuk mendapatkan lisensi manajer dan dipaksa bekerja seperti manajer dibandingkan pekerjaan awal mereka.

Bukti yang dibeberkan mantan staf terkait dengan perlakuan buruk idol B

Sumber: Pann Nate

"Aku harus mengikuti jadwal CEO. Biasanya, manajer dan stylist yang harus pergi bersamanya, tapi dia hanya membawaku dan staf lain untuk promosi di Tiongkok. Aku menemukan ini adalah untuk memotong biaya dan menyimpan uang," ungkap D.


CEO B disebut memperlakukannya dan staf sangat buruk bahkan tidak manusiawi. D bahkan tidak diberikan makanan dan air ketika harus bekerja sepanjang hari mulai dari jam 4 atau 5 pagi hingga tengah malam di musim panas.

"Matahari sangat panas dan itu hari pertama jadi kita tidak bersiap untuk cuacanya. Jadi aku bilang CEO kalau kita perlu beli makanan dan minuman di keesokan harinya karena tidak ada supermarket atau bahkan restoran dekat lokasi syuting. Tapi CEO bilang padaku untuk tidak beli dan meminta sekitar untuk air," cerita D.

D menyebutkan bahwa CEO B kemudian pergi syuting dengan tim produksi secara terpisah dan membuatnya serta staf lain tak bisa makan. CEO B disebut sama sekali tak meminta maaf atau bahkan memberikan pujian seperti "kalian bekerja keras" kepada staf meski telah bersikap sangat buruk bahkan malah menyuruh membeli makanan ringan untuknya tanpa rasa bersalah.

D menyebutkan CEO B memang sering mengungkapkan kata-kata kasar, suka melempar kaos kaki yang ia kenakan, dan tak pernah peduli trainee serta hanya memikirkan diri sendiri. CEO B ini disebut akan menyalahkan staf atas kesalahannya dan membuat staf meminta maaf ke klien atas tindakan buruknya.

CEO B disebut selalu mengungkapkan kata-kata kasar kepadanya hingga menyeret orang tua seperti "orang tuamu tidak mengajarimu dengan benar" dan suka menyebut staf bodoh. D menyebutkan CEO B memiliki citra yang baik di televisi di mana mencerminkan sosok muda yang bekerja keras untuk menyimpan uang. Namun, alasan menyimpan uang itu sebenarnya untuk mengambil musik dari penulis dan produser lagu pendatang baru tanpa membayar seraya mengatakan "kamu harusnya bersyukur bekerja denganku".

D mengaku ia akhirnya berbicara usai membaca 2 unggahan para mantan trainee. Ia tidak ingin ada orang lain yang akhirnya menjadi korban D. D membeberkan menjadi staf pada 2014 lalu dan membeberkan fotonya yang telah diblur.

"Aku mengumpulkan keberanian karena aku melihat unggahan mantan trainee yang terseret hal ini. Aku menulis ini agar tidak ada orang lain yang akan menjadi korbannya," ungkap D.

(wk/alfa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait