Ini Alasan Kemenag Minta Jemaah Haji RI Tak Lepas Gelang Identitas Selama di Mekah
kemenag.go.id
Nasional
Haji 2022

Pemerintah telah kembali memberangkatkan haji setelah dua tahun terakhir ditunda akibat pandemi COVID-19. Kemenag pun membekali jemaah RI dengan gelang identitas.

WowKeren - Di tahun 2022 ini, pemerintah Indonesia kembali memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci. Adapun kloter pertama diberangkatkan pada 4 Juni 2022 lalu.

Dalam setiap keberangkatan jemaah haji, Kementerian Agama (Kemenag) diketahui selalu membekali jemaah dan petugas haji Indonesia dengan gelang identitas sejak penyelenggaraan haji tahun 1995 silam. Bahkan gelang identitas ini disebut menjadi ciri khas jemaah dan petugas haji Indonesia. Tidak hanya itu, bahkan juga seiring berjalannya waktu, ditiru oleh negara-negara lain.

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah agar memakai gelang identitas tersebut sejak diterima sampai kembali ke rumah masing-masing di Tanah Air," ujar Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Akhmad Fauzin saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (10/6). "Jangan hanya disimpan karena takut hilang."

Lebih lanjut, Fauzin berpesan ke para jemaah agar gelang identitas tersebut jangan sampai tertukar. Di samping itu, jemaah juga dilarang untuk saling bertukar gelang identitas. Pasalnya, gelang tersebut dinilai memuat sejumlah informasi penting jemaah, di mana terdiri dari enam kolom.



Fauzin lantas membeberkan tentang masing-masing kolom tersebut. Kolom pertama, berisi tentang keterangan asal Embarkasi dan tahun keberangkatan seperti JKS 1443 H. Artinya, jemaah asal Embarkasi Jakarta-Bekasi yang berangkat pada tahun 1443 H.

Lalu kolom kedua, berisi tentang nomor kloter. Sementara pada kolom ketiga, berisi keterangan Nomor Paspor Jemaah. Selanjutnya kolom keempa memuat tulisan Jemaah Haji Indonesia dalam bahasa Arab al hajjul Indonesiyyi.

Sedangkan pada kolom lima, kata Fauzin, berisi tentang nama jemaah/petugas sesuai nama di buku Paspor, misal Fulan bin Fulan. Terakhir, pada kolom keenam berisi Bendera Indonesia, sekaligus sebagai penanda jemaah atau petugas asal Indonesia.

Maka dari itu, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag itu menegaskan bahwa gelang identitas tersebut terbukti sangat memudahkan berbagai pihak untuk mengidentifikasi jemaah ketika berpisah, lupa arah ke pemondokan, dan lain-lain.

Selain itu, Fauzin mengungkapkan hingga hari kelima pemberangkatan, ada 14.757 calon haji yang telah tiba di Madinah. Sementara untuk pemberangkatan hari keenam, ada delapan kloter dari lima embarkasi dengan total 3.226 calon jemaah haji.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts