Daftar Tunggu Haji di Beberapa Provinsi Lebih Dari 90 Tahun, Ini Penjelasan Kemenag
Unsplash/ekrem osmanoglu
Nasional
Haji 2022

Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hasan Afandi, berharap kuota haji Indonesia tahun depan sudah bisa kembali normal atau bahkan malah ditambah.

WowKeren - Estimasi keberangkatan ibadah haji dalam aplikasi Haji Pintar atau website Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) semakin lama. Masa tunggu di sejumlah provinsi bahkan mencapai lebih dari 90 tahun.

Kementerian Agama lantas memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Menurut Kasubdit Siskohat Ditjen PHU, Hasan Afandi, estimasi keberangkatan ibadah haji mundur karena bilangan pembagi daftar tunggunya didasarkan pada kuota haji tahun berjalan.

"Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi. Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar 46 persen dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya," jelas Hasan pada Rabu (15/6).

Ia menjelaskan bahwa sebelum ada kepastian kuota penyelenggaraan haji 1443 H pada pertengahan Mei 2022, maka bilangan asumsi yang digunakan sebagai bilangan pembagi masih menggunakan kuota berdasarjan MoU penyelenggaraan haji 2020, yakni 210 ribu. Sebagai informasi, pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 dibatalkan karena pandemi COVID-19.



Setelah ada kepastian bahwa kuota haji 1443 H adalah sekitar 100 ribu, maka bilangan pembaginya mengalami penyesuaian. "Hal inilah yang secara otomatis menyebabkan estimasi keberangkatan semakin lama. Sebab, ketika kuota turun, maka otomatis estimasi keberangkatan akan naik," paparnya.

Menurutnya, estimasi tersebut akan terus berjalan hingga adanya kepastian kuota haji pada 1444 H atau tahun 2023. Jika kuota kembali normal, misalnya kembali ke angka 210 ribu atau bahkan lebih, maka estimasi keberangkatan akan mengalami penyesuaian.

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa perubahan estimasi keberangkatan ibadah haji bukan disebabkan oleh naiknya jumlah pendaftar periode Mei hingga Juni 2022. Apabila ada kenaikan jumlah pendaftar, maka dampaknya hanya pada yang baru mendaftar dan tidak berpengaruh pada perubahan estimasi keberangkatan jemaah yang sudah lama mendaftar.

Oleh sebab itu, Hasan berharap kuota haji Indonesia tahun depan sudah bisa kembali normal atau bahkan malah ditambah. Dengan demikian estimasi keberangkatan jemaah akan kembali berubah, sesuai bilangan pembaginya.

"Bila kuota nasional kembali 100 persen, secara otomatis, estimasi keberangkatan akan menyesuaikan kembali, karena sistem aplikasinya memang begitu," tukasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts