5 lansia komplotan spesialis pencurian barang di toko dan supermarket tertangkap saat beraksi di Blitar. Terungkap bahwa komplotan lansia itu sudah kerap beraksi di Jakarta.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 17 Juni 2022 - 14:49 WIB
WowKeren - Bukanya menjalani hari tua dengan berbuat kebajikan, 5 orang lansia ini malah jadi komplotan spesialis pengutil di toko-toko dan supermarket. Perjalanan kriminal komplotan lansia itu harus berakhir saat hendak kembali melancarkan aksinya di Blitar.
Polres Blitar berhasil membongkar jaringan spesalis pencurian barang-barang di toko dan supermarket yang sudah malang melintang beraksi di Jakarta itu. Uniknya, lima pelaku pencurian atau pengutil itu menerapkan modus memakai celana kolor agar bisa memasukkan barang saat beraksi.
Tak pernah terendus saat beraksi di ibu kota, ternyata cara jitu itu tidak berhasil di pedesaan Blitar. Lima pelaku yang terdiri dari dua pria dan tiga perempuan itu tertangkap, Rabu (15/6) lalu, setelah dikejar anak dari pemilik toko yang baru dibobol. Para pelaku berusia antara 50 sampai 56 tahun dari berbagai daerah.
Dalam hasil pemeriksaan, Kamis (16/6), mereka merupakan komplotan yang sudah lama malang melintang di Jakarta dengan aksi kejahatan serupa. Mereka dari lima kota yang berbeda namun kompak melakukan kejahatan dengan mengutil karena bertemu di Jakarta.
Jaringan pengutil bercelana kolor itu adalah Sulkan, warga Lingkungan Keputran Panjunan, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Dalam kelompok berkolor ini, Sulkan merupakan ketuanya dan ia dibantu Mujianto, seorang sopir asal Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Sedangkan tiga pelaku perempuan masing-masing adalah Yumi Legiasih (56), warga Kecamatan Kedamean, Gresik; Markamah, warga Krajan, Kecamatan Parengaan, Tuban; dan Alifah, warga Desa Prokimal, Kecamatan Lekok, Pasuruan.
"Sebelumnya mereka mengaku beraksi di Jakarta bersama, bahkan lupa berapa kali karena mungkin saking banyaknya. Lalu mereka coba-coba turun ke daerah karena ruang geraknya di Jakarta sudah sulit, meski belum pernah tertangkap" ujar seorang petugas Polres Blitar, Kamis (16/6).
Komplotan ini tertangkap akibat salah perhitungan atau memandang remeh keamanan toko di daerah. Saat beraksi di toko milik Haji Yanto, di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (15/6) lalu, mereka mengira bahwa tidak ada kamera CCTV.
"Kami masih memeriksanya untuk mendalami kasusnya itu. Sebelum beraksi di toko korban itu, mereka mengaku sudah melakukan aksi serupa namun tidak ingat lokasinya. Jadi mereka sudah beraksi dua kali di Blitar," pungkas Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Tika Pusvita Sari.
(wk/amel)