Sebelumnya, Ketua FKPT Banten Amas Tadjuddin mengatakan bahwa beberapa mantan anggota Khilafatul Muslimin aktif di sejumlah organisasi dan partai politik. Salah satunya bahkan disebut sempat menjadi timses saat Pemilu 2019.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 21 Juni 2022 - 14:15 WIB
WowKeren - Forum Koordinator Penanggulangan Terorisme (FKPT) Banten sempat mengatakan ada mantan anggota Khilafatul Muslimin berinisial AS dan HY yang aktif di Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional (PAN). Menanggapi hal tersebut, pengurus Muhammadiyah memberikan bantahan.
"Saya selalu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah tidak tahu dan tidak kenal. Karena itu saya yakin dia bukan orang Muhammadiyah," ujar Sekretaris Muhammadiyah Banten, Zakaria Syafei, dikutip pada Selasa (21/6).
Hal senada disampaikan oleh Ketua Muhammadiyah Kota Serang, Hamsin Sarbini. Menurutnya, tidak ada nama HY dan AS yang terdaftar sebagai anggota maupun kepengurusannya.
"Kami atas nama pengurus Muhamadiyah tidak pernah mendengar dan tidak ada nama di data base-nya juga. Tolong dibersihkan, jangan sampai nama Muhamadiyah tercemar oleh orang yang tidak bertanggung jawab," papar Hamsin.
Di sisi lain, DPW PAN Banten mengaku akan mengecek kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu. "Saya belum tahu info tersebut. Nanti saya kroscek dulu yah," kata Bendahara DPW PAN Banten, Dede Rohana Putra.
Sebelumnya, Ketua FKPT Banten Amas Tadjuddin mengatakan bahwa beberapa mantan anggota Khilafatul Muslimin aktif di sejumlah organisasi dan partai politik. Salah satunya bahkan disebut sempat menjadi timses saat Pemilu 2019.
"AS dan HY dalam pengakuannya adalah anggota Muhamadiyah dan aktivis Partai Amanat Nasional, yang bersangkutan telah banyak membantu kampanye para caleg dari partai tersebut," ujar Amas dilansir CNN Indonesia, Senin (20/6).
Adapun AS dan HY adalah warga Lampung yang selama ini tinggal di Kota Serang, Banten. Mereka kini telah menyatakan setia kepada Pancasila dan NKRI.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bahwa Khilafatul Muslimin belum dinyatakan sebagai organisasi teroris. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan bahwa Khilafatul Muslimin adalah organisasi intoleran.
"Kenapa intoleran? Karena tidak mengakui sistem hukum negara kita," kata Boy, Senin.
(wk/Bert)