Jokowi Mantap Putuskan Larang Ekspor Timah dan Bauksit, Bikin Saham TINS dan ANTM Anjlok?
presidenri.go.id
Nasional

Presiden Jokowi tampaknya betul-betul ingin memaksimalkan hasil kekayaan alam Indonesia, khususnya timah dan bauksit. Jokowi bahkan disebut mantap melarang ekspor dua komoditas tersebut.

WowKeren - Presiden Joko Widodo disebut kian mantap melarang ekspor komoditas timah dan bauksit. Berdasarkan pernyataan dari Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaludddin, larangan ekspor dua komoditas tersebut akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Akan tetapi, penegasan Ridwan soal larangan ekspor timah dan bauksit dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI pada Selasa (21/6) itu disebut membuat saham PT Timah Tbk (TINS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok.

Sementara berdasarkan data RTI, disebutkan sejak perdagangan saham dibuka tadi pagi, harga TINS sudah anjlok ke level Rp1.725 per saham. Pada sesi I siang ini, saham BUMN timah itu anjlok sebesar 4,90 persen ke level Rp1.650. Hal serupa tampaknya juga dialami saham ANTM.

Harga saham ANTM disebut dibuka anjlok Rp2.140 tadi pagi. Kemudian pada siang ini, turun 4,19 persen ke level Rp2.060. Sebagaimana diketahui, TINS merupakan produsen timah, sementara Antam adalah BUMN tambang yang salah satu produksinya adalah bauksit.



Sebelumnya, Ridwan menyebut bahwa produk timah yang dilarang ekspor dalam waktu dekat adalah ingot. Sementara untuk bauksit, yang harus disetop penjualannya ke luar negeri adalah yang sudah mengalami proses pencucian atau washed bauxite.

Ridwan kemudian menerangkan bahwa pada dasarnya, kegiatan ekspor bauksit itu masih diizinkan sampai tahun depan. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2020 Pasal 46, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) penjualan bauksit pencucian dengan kadar di atas 42 persen paling lama sampai 10 Juni 2023.

"Bauksit sudah jelas regulasinya diizinkan sampai Juni 2023, tapi dikaitkan dengan kemajuan pembangunan smelter mereka," beber Ridwan di DPR.

Di sisi lain, Jokowi pun menyebut ada lima pimpinan negara yang memohon-mohon kepadanya untuk mengirimkan batu bara. Akan tetapi, Jokowi tidak mengungkapkan siapa yang dimaksudnya meminta barang komoditi ke Indonesia tersebut.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts