Tanggapi Soal Pencemaran Udara di DKI, Anies Baswedan Minta Pemda Penyangga Bersikap Tegas
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Kondisi udara DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir ini menjadi sorotan lantaran disebut salah satu yang buruk di antara kota-kota di negara lain. Anies Baswedan pun turut menanggapi isu tersebut.

WowKeren - Di tengah kegembiraan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta yang ke-495, Ibu Kota tampaknya masih dihadapkan dengan permasalahan polusi udara. Atas hal ini, Pemprov DKI sebelumnya menyatakan bahwa permasalahan udara buruk tidak bisa diatasi sendirian.

Kini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada pemerintah daerah (pemda) penyangga untuk ikut ambil sikap tegas terhadap perusahaan yang menyebabkan pencemaran udara. Anies kemudian mencontohkan Pemprov DKI yang baru-baru ini mencabut izin lingkungan PT Karya Citra Nusantara (KCN) karena diduga menyebabkan pencemaran udara akibat polusi batu bara di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

"Kami berharap di wilayah lain jika ada peristiwa pelanggaran ditindak juga, sama ketika kita menindak perusahaan di Marunda yang menimbulkan polusi yang berdampak ke kesehatan masyarakat, langsung berkirim surat dan diberhentikan," jelas Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/6).

Anies pun berharap kepala daerah lain di sekitar Jakarta juga bisa mengambil tindakan serupa kepada perusahaan yang menyebabkan kualitas udara di Ibu Kota memburuk. Sebab, dampak dari polusi udara itu juga dirasakan oleh daerah sekitar.



Anies bahkan mengatakan kalau perlu dilakukan pemberhentian izin operasi kepada perusahaan yang menyebabkan polusi udara. Di samping itu, menurut Anies, masalah polusi udara bukan hanya permasalahan satu wilayah, karena polusi udara bisa terjadi karena ada pergerakan dari daerah lainnya.

Maka dari itu, Anies mengajak kepala daerah di sekitar Jakarta untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah polusi udara. "Itu yang kami butuhkan, kerja bersama ambil langkah yang jelas dan tunjukkan siapa yang menjadi kontributor terhadap penurunan kualitas udara di kawasan Jawa bagian barat, bukan hanya di Jakartam kalau sudah soal kualitas udara," beber Anies.

Sebagaimana diketahui, kualitas udara di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan. Berdasarkan indeks kualitas udara Jakarta, tercatat menjadi salah satu yang paling tidak sehat di antara kota di negara-negara lain.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan bahwa ada beragam faktor yang menyebabkan kualitas udara di Jakarta memburuk. Plt Deputi Bidang Klimatologi BMK Urip Haryoko pun mengungkapkan sejak 15 Juni 2022, konsentrasi PM 2.5 mengalami peningkatan dan mencapai puncaknya pada level 148 µg/m3.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts