Jakarta Masih Masuk Dalam Jajaran Udara Buruk, Pemprov DKI Sebut Tak Bisa Atasi Sendirian
Pexels/Marcin Jozwiak
Nasional

Ibu Kota DKI Jakarta kerap kali menduduki posisi tertinggi atas polusi udara atau kualitas udara buruk. Atas hal ini, Pemprov DKI mengatakan tidak bisa menanggulanginya sendirian.

WowKeren - Pada Maret lalu, Indonesia disebut sebagai negara tertinggi tingkat polusi udara di kawasan Asia Tenggara. Ibu Kota DKI Jakarta pun diketahui menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki tingkat polusi udara tertinggi.

Terkait dengan permasalahan polusi udara atau udara yang buruk di Jakarta, Pemprov DKI mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa ditangani sendirian. Tetapi membutuhkan upaya dan kontribusi dari banyak sektor lainnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa program "Langit Biru" yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta membutuhkan waktu dan tidak mudah, serta melibatkan semua pihak. Di samping itu, menurutnya, dalam mendukung program tersebut juga harus dilaksanakan secara komprehensif.

Adapun program langit biru itu meliputi pengurangan kendaraan pribadi, uji emisi, hingga menggenjot ruang terbuka hijau. "Tidak bisa secara sepihak atau parsial, semua harus komprehensif, program itu disusun," ujar Riza di Jakarta, Senin (20/6).


Selain itu, kata Riza, pengendalian pencemaran lingkungan oleh perusahaan juga harus dilakukan secara komprehensif. Ia pun mengakui bahwa persoalan polusi udara masih menjadi pekerjaan rumah "PR" yang harus segera diselesaikan, seperti halnya dengan masalah macet dan banjir.

Kendati begitu, Riza menuturkan bahwa Pemprov DKI juga terus berupaya untuk mengendalikan permasalahan tersebut. Terkait dengan program langit biru, selain tidak bisa dilakukan secara sepihak, juga perlu waktu.

Riza mengatakan sejak beberapa hari terakhir, kualitas udara di Jakarta memburuk, berdasarkan dari pengamatan lembaga data kualitas udara, IQ Air. Sementara untuk indeks kualitas udara pada Senin (20/6) pagi, mencatat indeks 193 dengan konsentrasi polutan PM 2.5 mencapai 27,4 kali dari nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kemudian untuk konsentrasi PM 2.5 di Jakarta berada pada angka 136,9 mikrogram per meter kubik. Selain itu, IQ Air juga mencatat Jakarta beberapa kali berada di posisi pertama kota di dunia dengan polusi udara tidak sehat alias buruk.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts