Pemprov Jatim Tutup RS Darurat Lapangan Bangkalan Di Tengah Kenaikan Kasus COVID-19, Ini Alasannya
birohumas.jatimprov.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seperti yang diketahui, kasus COVID-19 di Indonesia belakangan ini kembali mengalami tren kenaikan. Akan tetapi, Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan justru ditutup.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia belakangan ini kembali mengalami tren kenaikan. Satgas COVID-19 pun akhirnya mengeluarkan aturan baru terkait acara berskala besar.

Akan tetapi, hal berbeda dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang justru menutup Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan. Atas hal ini, relawan dan petugas di RDLB diketahui telah menerima Surat Keputusan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa Nomor 188/401/KPTS/013/2022 tentang penutupan rumah sakit yang mereka kelola.

Dalam SK tersebut juga memuat pertimbangan RSDLB ditutup yakni penanganan pandemi COVID-19 semakin terkendali. Selain itu, pemerintah pusat pun telah melonggarkan kebijakan pemakaian masker yang menunjukkan bahwa pandemi kemungkinan akan segera menjadi endemi.

Kemudian pertimbangan lainnya adalah RSDLB sudah tidak merawat pasien COVID-19. Maka dari itu, demi efisiensi anggaran kegiatan operasional, pelayanan RS lapangan tersebut segera dihentikan dan dilakukan penutupan.



Selain itu, masa pinjam pakai barang milik negara kepada Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) disebut telah selesai. Sehingga, harus dikembalikan dan dituangkan dalam berita acara serah terima.

Radian Jadid selaku Ketua Pelaksana PPKPC-RSDLB pun telah membenarkan bahwa RSDLB ditutup usai terbit keputusan gubernur. Ia juga mengungkapkan bahwa sudah tidak ada pasien COVID-19 lagi yang dirawat di RSDLB sejak beberapa waktu lalu.

"Dengan SK tersebut maka jelaslah bahwa seluruh operasional dan segala hal yang terkait tugas, wewenang dan tanggung jawab seluruh personel di lingkungan RSDLB dalam menangani COVID-19 telah selesai dan sudah saatnya relawan pendamping pamit, melanjutkan tugas kemanusiaan di tempat lainnya," ujar Jadid dalam keterangannya, Rabu (22/6).

Lebih lanjut, Jadid menyatakan bahwa selama satu tahun beroperasi, telah terjalin kebersamaan dan gotong royong para relawan kemanusiaan yang tergabung dalam RSDLB. Kini, setelah RSDLB ditutup, semua sumber daya manusia yang ditugaskan sebagai relawan bisa kembali bertugas ke institusi masing-masing.

Jadid pun menyampaikan terima kasih kepada semua personel RSDLB atas dedikasi dan pengabdiannya selama merawat pasien COVID-19. "InsyaAllah ini akan menjadi catatan amal kebajikan kita dan semoga Allah selalu memberkahi dan meridhoi semua langkah kami," lanjut Jadid.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts