Babarsari Trending Imbas Kerusuhan Antar-Kelompok, Sejumlah Ruko dan Sepeda Motor Dibakar
Instagram/merapi_uncover
Nasional

Menurut Prasetyo Utomo selaku tokoh masyarakat Babarsari, aksi perusakan tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB pagi ini. Sebanyak enam buah sepeda motor juga dilaporkan ikut terbakar.

WowKeren - Wilayah Babarsari, Sleman, Yogyakarta, ramai diperbincangkan di media sosial dan bahkan masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia pada Senin (4/7). Hal ini dipicu oleh kerusuhan antar-kelompok yang terjadi di wilayah Seturan dan Babarsari.

"Menghimbau warga yg menuju arah seturan, babarsari dan sekitarnya untuk ditunda dahulu, dikarenakan situasi sedang tidak kondusif," cuit akun @txtfromjogja sembari mengunggah video sekelompok orang yang tampak membawa tongkat berlari di jalanan.

Babarsari

Twitter

Motor dan rumah dilaporkan terbakar dan dilempari bom molotov pada saat tawuran. Sejumlah ruko di kawasan Babarsari juga dirusak oleh sekelompok orang.

Menurut Prasetyo Utomo selaku tokoh masyarakat Babarsari, aksi perusakan tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB pagi ini. "Ada banyak ruko yang rusak, lima lebih. Tadi langsung merusak aja," ungkap Prasetyo.


Sebanyak enam buah sepeda motor juga dilaporkan ikut terbakar. Dua motor berada di dalam rumah, dan empat motor lainnya berada di sekitar ruko.

Sementara itu, Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifa’i mengatakan ada tiga orang terluka akibat peristiwa tersebut. Mereka terluka oleh benda tumpul dan juga senjata tajam, baik di bagian tangan, punggung, maupun dada. Adapun aksi tawuran itu disebut merupakan buntut dari keributan di tempat karaoke di kawasan Seturan pada Sabtu (2/7) dini hari lalu.

Aksi tawuran tersebut telah direspons oleh Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sri Sultan meminta pihak kepolisian untuk tegas melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan.

"Karena ini pelanggaran hukum saya berharap Polda DIY tidak hanya sekadar melerai, tapi dengan disiplin ya proses (hukum) dengan baik. Saya tidak mau di Yogya ini ajang kekerasan fisik jadi kebiasaan untuk didik anak," ujar Sri Sultan pada Senin.

Apabila pihak kepolisian berlaku tegas, maka Sri Sultan yakin peristiwa serupa tidak akan terulang. Sri Sultan mengatakan bahwa ia sebelumnya sudah meminta agar tak ada aksi kekerasan di Yogyakarta.

"Kita harus keras dengan orang-orang seperti itu karena kita sudah memfasilitasi mereka. Tidak hanya kabupaten Sleman tapi saya juga sudah menerjuni mereka. Karena justru tidak dilakukan tindakan hukum mereka berani," tegasnya. "Saya sudah minta untuk tidak ada kekerasan. Soal (watak) bicara keras itu enggak papa, itu kan volume radio saja, gedekke cilikke (dibesarkan/kecilkan). Tapi jangan pengertian kekerasan itu fisik."

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts