Satu orang tewas dalam peristiwa adu tembak antara 2 orang anggota polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo. Salah satu polisi itu diduga sempat berniat melecehkan istri Irjen Ferdy.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 11 Juli 2022 - 22:17 WIB
WowKeren - Kabar mengenai peristiwa saling tembak antara dua orang polisi di rumah Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo, daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan, sukses menggegerkan publik. Seorang anggota polisi Brigadir J terlibat baku tembak dengan Bhayangkara Dua (Bharada) pada Jumat (8/7) lalu.
Brigadir J meninggal dunia usai insiden tersebut, sementara Bharada E diamankan dan telah menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polri. Kasus ini sekarang ditangani oleh Propam Polri dan Polres Metro Jakarta Selatan. Lantas, apa yang jadi penyebab kedua anggota polisi itu terlibat adu tembak?
Dijelaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan kasus tersebut terkait dengan percobaan pelecehan kepada istri Irjen Ferdy Sambo. Ramadhan mengungkap bahwa Brigadir J ditembak setelah memasuki kamar istri Ferdy dan melakukan pelecehan.
"Itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke istri Kepala Kadiv Propam [Ferdy Sambo], itu benar," ujar Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7).
Istri Irjen Ferdy pun sempat berteriak saat kejadian. Saat itulah Brigadir J menjadi panik dan berusaha kabur dari kamar tersebut. Saat itulah Brigadir J bertemu dengan Bharada E yang memang sedang menuju kamar tersebut usai mendengar teriakan.
"Nah di luar kamar itu kan teriak, setelah dengar teriakan, itu Bharada E itu dari atas, masih di atas itu bertanya 'ada apa bang?' tapi langsung disambut dengan tembakan yang dilakukan oleh Brigadir J gitu," tuturnya.
Sayangnya, hal itu malah dibalas dengan tembakan oleh Brigadir J. Bharada E pun menghindar dan membalas tembakan tersebut.
"Akibat penembakan yang dilakukan Bharada E itu mengakibatkan Brigadir J meninggal dunia," ungkap Ramadhan.
Selain luka tembak, pihak keluarga mengaku menemukan luka sayatan di tubuh Brigadir J hingga ada jarinya yang putus. "Yang luka tembak itu 3 di bagian dekat bahu lalu 1 nya di tangan," ungkap tante dari Brigadir J, Roslin, mengutip Detik.com.
Sementara Bharada E saat ini telah diamankan pihak kepolisian. Namun, Ramadhan belum bisa memastikan mengenai status Bharada E saat ini.
"Tentu sesuai dengan prosedur bila unsur dan buktinya cukup akan diproses lebih lanjut. Jadi diamankan ya, saya belum katakan dia ditahan atau tidak," kata Ramadhan saat konferensi pers, Senin (11/7).
(wk/amel)