Frank Alexander mengkritik keputusan Hotman Paris menjadi kuasa hukum, Fritz Hutapea pernah mengingatkan sang ayah untuk bertaubat.
- Minggu, 19 Juli 2026 - 09:01 WIB
WowKeren - Nama Frank Alexander Hutapea kembali menjadi sorotan publik setelah ia melontarkan kritik terbuka kepada ayahnya, pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea. Perdebatan ini muncul setelah Hotman memutuskan untuk menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Keputusan Hotman Paris yang bergabung dalam tim kuasa hukum Febrie Adriansyah memicu berbagai reaksi di masyarakat. Sementara banyak orang memperdebatkan langkah tersebut, Frank Alexander memilih untuk memberikan tanggapan langsung melalui media sosial. "Halah kebanyakan pencitraan Fritz Married aja angpaonya lo ambil ala ala ga mau duit," tulis Frank dalam komentarnya.
Tak hanya itu, Frank juga menambahkan kritik yang lebih tajam mengenai program bantuan hukum gratis yang sering diasosiasikan dengan Hotman. Ia menyatakan, "Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention," yang semakin memperlihatkan perbedaan pandangan antara ayah dan anak.
Komentar Frank langsung menjadi viral, menarik perhatian warganet yang melihat adanya ketidakcocokan antara sikap Hotman dan pandangan anak-anaknya. Banyak pengguna media sosial yang memberikan tanggapan beragam terhadap kritik Frank yang mencolok ini.
Selain itu, kritik Frank juga mengingatkan publik pada pernyataan dari putra bungsu Hotman Paris, Fritz Hutapea, yang sebelumnya pernah menyampaikan harapan yang cukup menohok kepada sang ayah. Dalam sebuah podcast di tahun 2025, Fritz mengungkapkan keinginan agar Hotman dapat mengubah gaya hidupnya. Ia mengatakan, "Kalau boleh berpesan untuk papa, bertaubatlah. Karena itu doa dari kamu sekeluarga untuk papa."
Dengan momen ini, perdebatan antara Frank dan Hotman Paris semakin menarik perhatian publik, yang kini menunggu langkah selanjutnya dari pengacara kondang tersebut serta bagaimana ia merespons kritik dari anak-anaknya.
(wk/timw)