Ada Pria Ngaku Sebagai Dewa Matahari, Begini Respons PBNU Hingga Muhammadiyah
Nasional

Warga Lebak, Banten, belum lama ini digegerkan dengan kemunculan seorang pria yang mengaku sebagai Dewa Matahari. PBNU hingga Muhammadiyah pun ikut menyorotinya.

WowKeren - Belum lama ini, ada seorang pria asal Banten yang diketahui identitasnya berinisial NM (62) mengaku sebagai Dewa Matahari. Bahkan pria itu disebut memiliki uang tunai senilai Rp2 miliar.

Terkait dengan kepemilikan uang tunai tersebut diketahui berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari para pengikut NM. Menurut pengikutnya, uang tersebut disimpan dalam dua buah koper.

"Kata pengikutnya, dia (NM) memiliki uang dua koper. Katanya uang 1 koper itu Rp1 miliar, jadi (totalnya) Rp2 miliar," ujar Ketua MUI Kecamatan Bayah, KH. Kaelani dalam keterangannya, Selasa (12/7).

Kemunculan NM yang mengaku sebagai Dewa Matahari itu pun berhasil menyita perhatian publik, tak terkecuali Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga Muhammadiyah. Selain mengaku sebagai Dewa Matahari, NM juga melarang orang untuk salat.

Ketua PBNU Ahmad Farur Rozi pun meminta agar warga tidak mempercayai hal aneh seperti yang disampaikan oleh NM. Tak hanya itu, Fahrur bahkan menyebut NM kesurupan.

Meski begitu, Fahrur juga menyampaikan bahwa ia meyakini masyarakat Indonesia memahami mana orang yang nyeleneh dan tidak. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap orang-orang yang berperilaku serta memberi pengakuan aneh.


"Makanya dia (NM) dilaporkan dan diamankan polisi," tutur Fahrur kepada wartawan, Selasa (12/7). "Kita mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya, dan waspada jika ada orang yang mengaku aneh-aneh. Negara kita hanya mengakui ajaran agama yang sah saja."

Lebih lanjut, Fahrur meminta agar kasus tersebut dibawa ke ranah hukum bila NM bermaksud untuk melakukan penodaan agama. Di samping itu, ia pun menyarankan untuk melakukan pemeriksaan jiwa terhadap NM.

"Jika dia (NM) memang yang bersangkutan sehat dan sengaja membuat ajaran tersebut, harus dibina oleh MUI setempat," jelas Fahrur. "Namun jika memang pelaku mengalami kelainan jiwa, ya perlu dilakukan rehabilitasi secara medis."

Senada dengan Fahrur, PP Muhammadiyah pun meminta agar masyarakat tidak mudah percaya pada hal-hal yang irasional. "Itu kan tidak masuk akal dia menyebutkan Dewa Matahari, itu sesuatu yang tidak masuk akal," ungkap Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad kepada wartawan, Selasa (12/7).

Dadang pun mengimbau kepada masyarakat untuk memegang agama yang saat ini telah dianut. Ia pun menegaskan hingga saat ini tidak ada lagi agama baru. "Kecuali mungkin aliran-aliran dari agama-agama besar," imbuhnya.

Sementara mengenai ajakan NM untuk tidak salat, Dadang mengingatkan untuk tidak mengajak orang lain dalam khayalannya. "Kalau memang ada unsur pelanggaran hukum, ya kepolisian," tandas Dadang.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait