3 ABG Pelaku Bully yang Suruh Bocah Tasikmalaya Setubuhi Kucing Sudah Diamankan, Ikut Stres?
cc0.photo
Nasional

3 terduga pelaku bully bocah di Tasikmalaya yang meninggal kini diamankan pihak P2PTP2A. Ketiga pelaku yang masih ABG itu disebut juga mengalami stres akibat kasus tersebut.

WowKeren - Seorang bocah 11 tahun di Tasikmalaya meninggal dunia setelah menjadi korban bullying atau perundungan. Bocah tersebut meninggal diduga karena depresi usai dipaksa untuk menyetubuhi kucing dan direkam. Tiga terduga pelaku bully yang juga masih anak-anak pun kini telah diamankan.

Namun, kondisi ketiganya yang masih berusia ABG antara 13 tahun dan 14 tahun itu kini disebut juga mengalami stres usai syok mengetahui korbannya meninggal dunia imbas perbuatan mereka. Hal itu disampaikan oleh Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tasikmalaya An'an Yuliati.

"Total ada tiga orang yang diamankan. Yang beredar memang empat orang, tapi hanya tiga orang yang melakukannya," ujar An'an Yuliati, melansir CNNIndonesia.com, Sabtu (23/7).

P2TP2A Tasikmalaya kini menampung para terduga pelaku. Mereka juga tak membatasi akses untuk bertemu para terduga pelaku bullying tersebut. Pasalnya para terduga pelaku masih mengalami stres dan syok akibat peristiwa itu.

An'an mengungkap, para pelaku mengku tak berniat melakukan aksi bullying tersebut dan hanya sekedar iseng untuk main-main saja. Mereka pun tak menyangka tindakan mereka itu berakhir viral dan dikecam publik Tanah Air.

"Menurut mereka tak ada unsur paksaan dan kekerasan. Bahkan mereka menjelaskan hanya main-main," beber An'an.


Ketiga pelaku disebut menyesali perbuatannya dan tak akan mengulangnya lagi. Anak-anak itu juga disebut sudah menyampaikan permintan maaf. Kini pihak P2TP2A Tasikmalaya akan melakukan pendampingan kepada ketiganya.

"Pendampingan akan dilakukan hingga mereka kembali dapat bersosialisasi dengan normal," ungkapnya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya akan terus mendampingi keluarga almarhum bocah 11 tahun yang menjadi korban dugaan perundungan tersebut. Kedua orangtua bocah itu pun kini tinggal di rumah aman KPAID Tasikmalaya.

"Tujuannya adalah untuk pemulihan kondisi psikis keluarga," Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, Jumat (22/7).

Tak hanya keluarga korban, KPAID Tasikmalaya juga melakukan pendampingan kepada pelaku dan keluarga terduga pelaku juga. Di mana saat ini mereka diinapkan di P2TP2A Kabupaten Tasikmalaya.

"Di sana juga dilakukan pendampingan (psikologis) karena terduga pelaku kan semua masih anak-anak," pungkas Ato Rinanti.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait