Tim Produksi 'Running Man' Tuai Kritikan Usai Dianggap Pakai Area Parkir Khusus Disabilitas
Instagram
TV
Rumor Miring Running Man

Meskipun gedung tersebut ditutup saat episode berlangsung, beberapa netter menunjukkan bahwa tim produksi masih melanggar parkir handicap dimana pelanggaran parkir penyandang disabilitas di Korea dapat didenda 100 ribu KRW.

WowKeren - Baru-baru ini tim produksi variety show populer SBS "Running Man" tengah menerima kritikan usai dianggap melanggar parkir bagi penyandang disabilitas. Pada episode 31 Juli para member "Running Man" terlihat meninggalkan pusat panjat tebing Seoul di taman Nanji Hangang setelah menerima misi. Tetapi netizen melihat lebih dari anggota yang berangkat ke untuk misi tersebut.

Netizen juga melihat tempat parkir gedung yang ditempati oleh mobil anggota staf termasuk zona parkir penyandang disabilitas. Meskipun gedung tersebut ditutup saat episode berlangsung, beberapa netter menunjukkan bahwa tim produksi masih melanggar parkir handicap. Pelanggaran parkir penyandang disabilitas di Korea dapat mengakibatkan denda 100 ribu KRW.

"Tidak masalah jika pusat tersebut ditutup atau mereka menyewakan seluruh bangunan. Mereka seharusnya selalu meninggalkan tempat parkir yang dinonaktifkan," komentar netter. "Mereka seharusnya lebih memperhatikan karena mereka mengirimkan pesan yang salah melalui media," ujar yang lain. "sementara tentu saja itu adalah contoh yang baik jika mereka masih tidak parkir di tempat orang cacat, mereka parkir di sana pasti tidak pantas mendapat kritik tidak ada orang lain, apalagi seseorang yang cacat, akan ada di sana untuk membutuhkan tempat parkir. inilah yang terjadi ketika orang mengikuti aturan secara membabi buta karena memahami tujuan aturan," pungkas lainnya.



Tim Produksi \'Running Man\' Tuai Kritikan Usai Dianggap Pakai Area Parkir Khusus Disabilitas

Allkpop

Sementara itu "Running Man" pertama kali ditayangkan pada 11 Juli 2010. "Running Man" awalnya diklasifikasikan sebagai "varietas aksi perkotaan"; genre variety show di lingkungan perkotaan. MC dan tamu harus menyelesaikan misi di sebuah landmark untuk memenangkan perlombaan. Acara tersebut kemudian telah bergeser ke konsep reality-variety show yang lebih akrab yang berfokus pada permainan.

Acara ini telah menjadi populer di bagian lain Asia, dan telah mendapatkan popularitas online di kalangan penggemar Hallyu, yang telah di-subscribe ke berbagai bahasa, seperti Inggris, Persia, Spanyol, Portugis, Prancis, Italia, Thailand, Vietnam, Cina, Melayu, Indonesia , Burma, Arab, Rusia, dan Turki. Acara ini bahkan berhasil masuk ke daftar 20 Acara TV Business Insider tahun 2016.

(wk/aiss)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait