Permohonan Perlindungan Istri Ferdy Sambo ke LPSK Terancam Ditolak Jika Tak Kunjung Jalani Asesmen
Nasional
Penembakan Brigadir J

istri Irjen Ferdy Sambo turut mengajukan permohonan perlindungan pada LPSK terkait kasus kematian Brigadir J. Namun, istri Irjen Ferdy Sambo itu disebut masih belum menjalani proses asesmen.

WowKeren - Pihak Bharada E dan Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi diketahui sama-sama mengajukan permohonan perlindungan pada LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Hal itu terkait kasus kematian Brigadir J yang turut menyeret nama keduanya.

Akan tetapi keduanya diketahui tak bisa begitu saja menerima perlindungan dari LPSK. Mereka harus menjalani asesmen atau penilaian untuk bisa mendapatkan perlindungan dari LPSK.

Namun rupanya hingga kini Putri Chandrawathi belum mendatangi LPSK untuk menjalani asesmen tersebut. Pihak LPSK pun masih menunggu dan menyerahkan pada Putri Chandrawathi, kapan kiranya istri Irjen Ferdy Sambo bisa dan siap memberikan keterangan untuk proses asesmen.

"Belum (permintaan keterangan), kami serahkan kepada beliau kapan siap untuk memberikan keterangan," ujar Ketua LPSK, Hasto Admojo saat dihubungi, Senin (1/8), melansir Merdeka.com.


Namun, Hasto mengingatkan bahwa pengajuan permohonan perlindungan kepada LPSK juga bisa ditolak. Hal itu bisa terjadi jika dalam kurun waktu 1 bulan setelah mengajukan permohonan pemohon tidak melanjutkan ke proses asesmen. Pasalnya, pemohon sudah dianggap tidak kooperatif.

"30 hari kerja sejak permohonan diajukan (14/7), permohonan ditolak karena kita anggap tidak kooperatif," jelas Hasto.

Jika tetap ingin mendapat perlindungan dari LPSK, maka istri Irjen Ferdy Sambo itu harus kembali mengulang proses dari awal. Yaitu mulai dari pengajuan permohonan perlindungan hingga menjalani proses asesmen. "Bisa saja (mengajukan kembali)," pungkas Hasto.

Seperti yang diketahui, Putri Chandrawathi atau Putri Sambo juga terseret dalam kasus kematian Brigadir J. Di mana Brigadir J dilaporkan terlibat baku tembak dengan Bharada E setelah melakukan percobaan kekerasan seksual pada istri Ferdy Sambo tersebut.

Namun hingga kini laporan awal pihak kepolisian itu masih terus mengundang kecurigaan bagi keluarga Brigadir J dan publik Tanah Air. Pihak keluarga mengungkap bahwa mereka menemukan sejumlah kejanggalan pada mayat Brigadir J dan beberapa kejadian sebelum kematian anggota polisi tersebut. Kini, tim khusus telah dibentuk untuk mengusut tuntas misteri kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo pada Juli (8/7) lalu.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts