Abu Bakar Baasyir Akui Pancasila,   Keluarga Ungkap Fakta Ini
AFP
Nasional

Pernyataan Abu Bakar Baasyir mengenai Pancasila muncul dalam sebuah video viral. Dalam video itu, Baasyir menilai dasar dari Pancasila adalah tauhid atau ketuhanan seperti yang tertuang dalam sila pertama.

WowKeren - Mantan napi terorisme, Abu Bakar Baasyir, telah mengakui ideologi Pancasila. Sebelumnya, Baasyir sempat tidak setuju dengan dasar negara tersebut.

Pernyataan Baasyir mengenai Pancasila muncul dalam sebuah video viral. Dalam video itu, Baasyir menilai dasar dari Pancasila adalah tauhid atau ketuhanan seperti yang tertuang dalam sila pertama.

"Indonesia berdasar Pancasila kenapa disetujui ulama? Karena dasarnya tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini pun pengertian saya terakhir," ujar Baasyir dalam video tersebut.

Selain itu, Baasyir juga mengaku dulunya sempat menganggap Pancasila adalah syirik. Namun kini pandangannya berubah karena para ulama pendiri bangsa dinilainya tak mungkin menyetujui Pancasila apabila memang dianggap syirik.

"Dulunya saya Pancasila itu syirik. Saya dulu begitu," ujarnya. "Tapi setelah saya pelajari selanjutnya, enggak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik. Itu enggak mungkin, karena ulama itu mesti niatnya ikhlas."


Kekinian, pihak keluarga Baasyir angkat bicara mengenai video tersebut. Abdul Rochim Baasyir selaku putra Abu Bakar Baasyir menjelaskan bahwa ayahnya sudah menerima Pancasila sejak lama.

Menurutnya, video yang beredar itu diambil beberapa bulan yang lalu. "Betul itu video sudah cukup lama, sekitar tiga atau empat bulan lalu," tutur Abdul Rochim kepada detikJateng, Selasa (2/8).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sang ayah pada prinsipnya tak pernah menolak Pancasila. Baasyir disebut hanya menolak Pancasila sebagai paham yang anti-Islam atau yang dibenturkan dengan Islam. Namun Baasyir mengakui Pancasila sesuai dengan maksud para pendiri bangsa.

"Soal bahwa Pancasila ditarik dengan anti-Islam, beliau menolak sejak dulu. Masalahnya ada pihak tertentu yang menarik Pancasila dengan pemahaman yang dibenturkan dengan Islam," papar Abdul Rochim.

"Kalau dipahami sesuai aslinya, sebagaimana maksud para pendiri bangsa, beliau tidak pernah ada masalah dari dulu," tambahnya.

Adapun Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo yang didirikan oleh Baasyir juga disebut mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan kepada para santrinya. Namun Abdul Rochim menjelaskan bahwa pendidikan yang diajarkan sesuai dengan referensi sejarah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait