Ekonomi RI Menggeliat Pasca Pandemi COVID-19, Wamendag: Konsumsi Masyarakat Membaik
Unsplash/Falaq Lazuardi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat baik. Kini Wamendag pun menyampaikan mengenai perkembangan perekonomian Indonesia usai dilanda pandemi COVID-19.

WowKeren - Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya telah mencatatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2022 ini mencapai 5,44 persen. Hal ini lantas disebut menandakan ekonomi Indonesia mulai menggeliat pasca dilanda pandemi COVID-19.

Kini, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan dengan melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini, ia optimis pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, hal ini terlihat dari gairah di sektor riil, khususnya perdagangan, dalam hal ini perdagangan rakyat.

"Saya sudah berkeliling di pasar di berbagai daerah, memang terlihat adanya kebangkitan ekonomi pasca pandemi yang kian mantap," ujar Jerry dalam keterangannya, Selasa (9/8). "Konsumsi masyarakat membaik seiring dengan berjalannya kembali sektor-sektor ekonomi, baik formal maupun informal."

Lebih lanjut, Jerry menilai bahwa perdagangan rakyat juga menjadi indikator nyata dari pertumbuhan ekonomi, mengingat besarnya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Tanah Air. Sehingga, menurutnya, bila pasar-pasar ramai secara konsisten dan terus meningkat, maka artinya ekonomi berjalan dengan baik dan daya beli masyarakat terjaga.


Di samping itu, kata Jerry, Kemendag sendiri juga terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat, khususnya bahan pokok dan penting. Hal ini dikarenakan untuk menjaga agar harga bahan pokok dan penting menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Jerry pun mengklaim bahwa beberapa bahan pokok yang sempat mengalami kenaikan, kini telah kembali turun. Adapun bahan pokok yang dimaksud adalah minyak goreng, bawang, dan daging.

"Pemerintah melalui Kemendag dan kementerian terkait terus berupaya meminimalisasi dampak-dampak kondisi global seperti perang di Ukraina terhadap peningkatan harga komoditas di Indonesia," terang Jerry.

Sementara mengenai sektor perdagangan luar negeri, Jerry menuturkan bahwa Indonesia juga terus mencatatkan surplus yang berkontribusi positif bagi ekonomi nasional secara umum. Melihat data dari BPS, surplus Indonesia di tahun 2022 ini, sampai dengan Juni sudah mencapai USD24,8 miliar atau lebih tinggi dari 2021 yang mencapai USD11,4 miliar.

Hal tersebut, kata Jerry, juga menjadi angin segar dalam menjelang peringatan HUT RI ke-77. Menurutnya, Kemendag akan terus menjaga kondisi positif di perdagangan Indonesia tersebut, baik perdagangan domestik maupun perdagangan antarnegara.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait