Tak Kunjung Terungkap, Ibu-Anak Korban Pembunuhan di Subang Sering Datangi Kerabat Lewat Mimpi
Unsplash/Iluha Zavaley
Nasional

Keluarga 2 korban pembunuhan di Subang mengaku kerap didatangi keduanya melalui mimpi. Sementara itu hingga kini kasus tersebut masih belum bisa diusut tuntas oleh pihak berwajib.

WowKeren - Sudah hampir 1 tahun berlalu, kasus kematian ibu dan anak yang ditemukan tewas di dalam mobil Alphard di Subang, hingga kini belum terungkap. Kedua korban adalah Tuti Suhartini dan sang anak, Amalia Mustika Ratu.

Namun rupanya selama kurun waktu satu tahun ini, keluarga korban sempat mendapat 'kunjungan' lewat mimpi. Pihak keluarga korban mengaku sering bermimpi bertemu mendiang Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Dalam mimpi itu, mendiang korban disebut meminta pihak keluarga untuk berziarah atau nyekar ke makam mereka berdua.

Hal itu disampaikan oleh kakak kandung mendiang Tuti Suhartini, Lilis Sulastri. Ia mengaku sering didatangi adiknya jelang setahun kematiannya. Lilis mengaku adiknya itu selalu meminta ia dan keluarga untuk nyekar.

"Menjelang satu tahun ini saya sering bermimpi didatangi almarhumah adik saya," ujar Lilis Sulastri, Kamis (11/8) siang, melansir Tribunnews.com. "Saya, kakak saya juga sama sering bermimpi disuruh nyekar ke makam."


Lilis mengaku terus bermimpi tempat yang sama berulang-ulang selama 1 minggu terakhir, jelang setahun kematian korban. Ia bermimpi soal rumah TKP yang jadi lokasi penemuan jasad sang adik dan keponakan. Bahkan mimpi itu terjadi hingga 5 kali secara berturut.

"Mimpi terus berulang menjelang 1 tahun kasus kematian adik dan keponakan saya, bahkan mimpiin rumah TKP hingga 5 kali berturut-turut," ungkap Lilis.

Sementara pada mimpi keenam Lilis bertemu mendiang sang adik, ada situasi yang berbeda. Lilis menyebut korban memintanya untuk berziarah ke makan. Selain itu, mendiang korban juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarganya.

"Mimpi yang ke 6, adik saya datang dan meminta untuk datang ke makamnya. Selain itu, dalam mimpi tersebut almarhumah Tuti Suhartini juga mengucapkan hatur nuhun wak (terima kasih uwak) sudah membersihkan makan Tuti," ujarnya.

“Sepekan lagi kasus kematian tragis dan misterius yang dialami adik dan keponakan saya akan genap berusia satu tahun. Namun hingga hari ini belum ada tanda-tanda kasus tersebut terungkap dan berharap polisi bisa segera mengungkap kasus yang telah menewaskan adik dan keponakan saya,” pungkas Lilis berharap.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts