Gibran Tarik Masker Paspampres Pemukul Sopir saat Minta Maaf, Ini Kata Pengamat-Pakar Gestur
Nasional

Gibran Rakabuming melepas paksa masker oknum Paspampres yang pukuli sopir truk warga Solo saat menyampaikan permintaan maaf. Aksi Gibran itu pun memicu beragam respons berbeda.

WowKeren - Gibran Rakabuming Raka sebelumnya dibuat geram oleh aksi seorang Paspampres yang memukul seorang sopir truk warga Solo di wilayahnya. Setelah viral dicari oleh Gibran, Paspampres yang diketahui bernama Misbah itu pun muncul untuk menyampaikan permintaan maaf. Gibran pun terlihat ikut mengawasi saat oknum Paspampres tersebut menyampaikan permintaan maaf di depan awak media.

Namun ada kejadian tak terduga yang menuai pro kontra sebelum oknum Paspampres tersebut menyampaikan permintaan maafnya. Gibran yang mengamati dari belakang tiba-tiba maju dan membuka paksa masker milik oknum Paspampres tersebut.

"Bagi saya belum selesai. Mereka kan minta maafnya karena beritanya viral. Kalau nggak viral ya nggak minta maaf," ujar Gibran usai oknum Paspampres tersebut menyampaikan permintaan maaf di depan awak media, melansir CNNIndonesia.com, Sabtu (13/8).

Namun aksi Gibran itu pun terlanjur jadi sorotan dan perbincangan publik di Tanah Air. Beberapa menilai jika tindakan Gibran tersebut terlalu berlebihan. Namun ada juga yang bisa menerima aksi tersebut.

Seorang pakar gestur, Handoko Gani pun mencoba menganalisis arti dari sikap dan tindakan Gibran pada oknum Paspampres tersebut. Menurut Handoko, tindakan itu dilakukan Gibran agar oknum Paspampres tersebut dikenali masyarakat dan tak lari dari sanksi dan tanggung jawabnya.


"Emosi Gibran memang sedang marah sekali waktu itu. Dari ekspresi wajah dan gestur tangan serta sikap berdiri nya. Begitu pula ketika diwawancara," ungkap Handoko kepada wartawan, Jumat (12/8), melansir Detik.com.

"Saya melihat pembukaan masker itu lebih kepada keinginan Gibran agar Paspampres yang bersangkutan bisa dikenali oleh seluruh masyarakat sebagai seorang 'oknum' dari Paspampres. Paspampres ini kan bisa saja menyembunyikan jati dirinya (wajah) karena tugas dan wewenangnya. Nah, membuka wajah itu menunjukkan agar yang bersangkutan bertanggung jawab secara pribadi. Bukan institusi Paspampres secara keseluruhan," terang Handoko.

Sementara pengamat politik Ray Rangkuti menyayangkan tindakan Gibran tersebut. Menurutnya, tindakan Gibran menarik masker oknum Paspampres di depan umum tersebut berlebihan dan tidak pantas dilakukan.

“Tidak patut dilakukan oleh Gibran. Terlebih, yang bersangkutan menyatakan minta maaf. Membuka masker di depan publik dengan cara seperti dipaksakan itu menurut saya berlebihan,” kata Ray mengutip Republika.co.id.

“Mungkin Mas Gibran ingin melihatkan wajah Paspampres itu kepada publik. Namun, menurut saya tidak proporsional apalagi sampai harus membuka maskernya,” pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts