Polri Tegaskan Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan Tak Dikunci: Tapi Sempit, Kapasitas 2 Orang
Twitter/AJEnglish
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Polri menyatakan bahwa pintu keluar Stadion Kanjuruhan tidak dikunci saat kerusuhan terjadi. Namun, memang kapasitas pintu-pintu tersebut jauh dari jumlah massa yang mendesak ingin keluar.

WowKeren - Tragedi Kanjuruhan terus diselidiki. Terbaru, pihak kepolisian menegaskan bahwa pintu stadion Kanjuruhan tidak dalam kondisi terkunci saat kericuhan terjadi. Tepatnya, 6 pintu yang jadi titik paling banyak memakan korban disebut tidak dalam kondisi terkunci saat kejadian.

Hal itu disampaikan oleh Kadiv Humas Porli, Irjen Dedi Prasetyo. Labfor Polri pun saat ini dalam proses mendalami rekaman CCTV yang berada di 6 titik pintu keluar tersebut. Di antaranya pintu 3,9,10,12 dan 13.

"Labfor hari ini masih mendalami 6 titik CCTV. Kenapa 6 titik yang didalami karena hasil analisa sementara di sini titik jatuh korban cukup banyak" ujar Dedi Prasetyo dalam konferensi pers, Selasa (4/10).

Keenam titik pintu keluar itu disebut tidak dalam kondisi tertutup atau terkunci saat kejadian. Namun memang kapasitas pintu keluar tersebut sangan minim jika dibandingkan kuantitas massa yang menyerbu ingin melarikan diri dari Stadion tersebut.

"Itu masuk materi hasil labfor di 6 titik tidak ditutup tapi sempit sekali. Kapasitas 2 orang tapi keluar ratusan, himpit himpitan ini didalami," terang Dedi Prasetyo.


Sementara itu sebelumnya pihak Komnas HAM menyampaikan hal berbeda. Choirul Aman selaku Komisioner Komnas HAM menyebut bahwa hanya dua pintu keluar saja yang terbuka dari 14 pintu yang ada saat kejadian.

"Kami anatomi dari Stadion Kanjuruhan. Nanti seperti apa. Cuma dua pintu terbuka, hiruk pikuknya di pintu yang sama," kata Anam di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10), melansir CNNIndonesia.com.

Sementara itu, buntut dari tragedi Kanjuruhan ini juga menyeret Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, dicopot dari jabatannya. Hal itu berdasarkan keputusan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kapolri memutuskan menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasi sebagai Pamen SDM Polri," pungkas Irjen Dedi Prasetyo, Senin (3/10).

Selain Kapolres Malang, sejumlah Komandan Brimob Polda Jatim (Jawa Timur) juga dinonaktifkan dan digansi buntut dari tragedi kerusuhan Kanjuruhan. Tepatnya, ada 9 orang Komandan Brimob Polda Jatim yang dinonaktifkan.

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait