Postingan ini mendapat perhatian dari para netizen yang lain. Mereka membela LE SSERAFIM dan mengatakan bahwa tidak ada media play karena girl grup tersebut kebetulan sedang trendi.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Selasa, 13 Juni 2023 - 18:11 WIB
WowKeren - LE SSERAFIM telah mengakhiri masa promosi album "UNFORGIVEN" tapi baru-baru ini mereka kembali menjadi topik pembicaraan. Grup tersebut dituding melakukan media play (mencari atensi dari publik, umumnya dari artikel hasil "pesanan" agensi) soal prestasi mereka, dan netizen memberikan pembelaan.
Sebuah postingan di komunitas online Pann menyoroti judul sebuah artikel. Judul tersebut berbunyi, "Pemenang kompetisi grup wanita 'LE SSERAFIM'... #1 dalam istilah pencarian platform musik digital di bulan Mei".
Netizen yang mempublikasikan postingan menyebut judul artikel di atas sebagai media play. "Ini bahkan bukan tentang skor musik digital, tapi pencarian musik digital. Seberapa sedikit (pencapaian) yang dapat mereka mainkan media sehingga mereka harus menggunakan ini?" tulisnya.
Postingan tersebut juga mendapat perhatian dari para netizen yang lain. Mereka membela LE SSERAFIM dan mengatakan bahwa tidak ada media play karena girl grup tersebut kebetulan sedang trendi secara organik. Namun, ada juga yang setuju dengan isi postingan.
"Media play apa? Wajar bagi agensi untuk menulis artikel bagus tentang artisnya, tapi sekarang kamu mengatakan bahwa mereka sedang media play. Apa kamu menulis ini karena grup biasmu nggak mendapat perhatian?" komentar netizen. "Ini bahkan nggak ofensif, sepertinya mereka menduduki peringkat #1 dalam hal volume pencarian," kata netizen lainnya.
"Sepertinya insiden panggung encore mereka benar-benar merusak... Imej berbakat mereka telah hancur," ujar netizen. "Serius, viralitas paksa HYBE sangat ngeri," komentar lainnya. "Bayangkan mereka melakukan semua ini tapi mereka masih belum sukses, kekeke," imbuh yang lain.
Sementara itu, LE SSERAFIM memiliki banyak pencapaian karena dua lagu mereka masuk dalam Top 6 Melon Charts, sebuah tanda bahwa masyarakat umum menikmati musik mereka.
(wk/dewi)