Satu postingan komunitas online mendapat banyak perhatian di mana J-Hope mengungkapkan sebuah insiden yang tetap menjadi kejutan besar baginya. V menjelaskan dengan rinci insiden tersebut.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Senin, 10 Juli 2023 - 19:57 WIB
WowKeren - BTS baru-baru ini merilis buku resmi pertama mereka, "Beyond The Story: 10-Year Record of BTS", di seluruh dunia. Buku ini diterbitkan untuk merayakan ulang tahun ke-10 grup tersebut, dikemas dengan cerita-cerita yang belum diketahui penggemar, termasuk saat BTS diejek di awal-awal debut dulu.
Saat penggemar mulai menerima buku mereka, cuplikan dari berbagai episode dan cerita muncul secara online. Satu postingan komunitas online mendapat banyak perhatian di mana J-Hope mengungkapkan sebuah insiden yang tetap menjadi kejutan besar baginya.
"Dulu saat kami mempromosikan 'Danger', itu sangat sulit bagi kami. Saat kami merilis album 'DARK&WILD' dan comeback dengan 'Danger', kami telah melakukan pra-rekaman sekitar 20 kali untuk program siaran musik, tapi kami juga harus pergi ke acara lain karena mereka mengatakan kami adalah salah satu nominasi untuk posisi pertama. Itu adalah sesuatu yang harus kami hadiri jadi kami naik panggung bahkan melalui semua kekacauan. Tapi setelah naik ke atas panggung, kami menyadari bahwa kami bukan nominasi untuk tempat pertama hari itu. Ini sangat mengejutkan bagi kami," ungkapnya.
Kejutan yang dialami J-Hope bukan semata-mata karena mereka tidak menjadi runner-up di urutan pertama. V dengan hati-hati menjelaskan kejadian itu lebih detail.
"Tidak apa-apa kalau grup lain yang menjadi nominasi untuk posisi pertama. Kami hanya harus bekerja lebih keras. Tapi di siaran, kami selalu menyapa senior dan junior kami, tapi hari itu ada orang-orang yang mengabaikan sapaan kami. Ada yang mencemooh bahwa kami juga bukan runner-up untuk posisi pertama," jelasnya.
Peristiwa ini menyebabkan kejutan psikologis yang sangat besar bagi grup tersebut. V berbagi, "Setelah siaran, kami semua masuk ke dalam satu mobil. Beberapa member menangis, beberapa marah, dan beberapa tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ada rasa sedih yang terlalu banyak untuk diungkapkan dengan kata-kata."
V juga menjelaskan dampak insiden ini terhadap grup, "Saat itulah kami berpikir, 'Mari kita benar-benar menjadi sukses, sehingga tidak ada yang bisa mengabaikan kita. Memikirkan kembali sekarang, aku terkadang berpikir setidaknya kami meluruskan pikiran kami saat itu, haha. Karena kami dapat meluruskan pikiran, kami dapat memberikan segalanya dan bersatu dengan satu hati dan satu pikiran untuk menjadi grup yang sangat luar biasa."
(wk/dewi)