NCT DREAM berbagi perasaan negatif yang luar biasa tentang penggunaan AI untuk cover vokal. Chenle bahkan mengatakan bahwa cover AI ini membuat pekerjaan mereka sebagai penyanyi terasa sia-sia.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Jumat, 14 Juli 2023 - 15:29 WIB
WowKeren - Perdebatan tentang penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia seni tidak luput dari K-Pop. Baru-baru ini, NCT DREAM mengomentari penggunaan suara asli mereka sebagai sample cover AI, dan para member menunjukkan reaksi negatif.
Meskipun ada beberapa aplikasi AI yang diterima penggemar seperti versi virtual aespa, ada banyak hal yang menimbulkan kekhawatiran, seperti pembuatan grup AI sepenuhnya seperti MAVE. Ada pula kekhawatiran bahwa member yang terkomputerisasi ini akan menyedot perhatian dari manusia sebenarnya, seperti dalam kasus SUPERKIND.
Fans juga menyatakan keprihatinan atas kemampuan untuk menggunakan kecerdasan buatan agar idol melakukan apa saja. Hal tersebut menjadi perhatian luas, terutama setelah klip Jin BTS melakukan tantangan "S-Class" Stray Kids menjadi viral.
AI juga telah digunakan untuk membuat cover vokal menggunakan suara idol dan secara umum diterima dengan baik oleh penggemar. Tapi apa pendapat para idol K-Pop tentang cover vokal yang dibuat oleh AI menggunakan suara mereka?
NCT DREAM baru-baru ini membagikan perasaan mereka tentang masalah tersebut. Menyusul konser "The Dream Show 2: In Your Dream" American Latin tour mereka yang sukses, para member duduk untuk siaran live Instagram setelah pertunjukan.
Topik cover yang dibuat oleh AI muncul, dan NCT DREAM berbagi perasaan negatif yang luar biasa tentang penggunaan AI untuk cover vokal. Chenle bahkan mengatakan bahwa cover AI ini membuat pekerjaan mereka sebagai penyanyi terasa sia-sia.
"Apa yang tidak bisa dilakukan dunia akhir-akhir ini?" ujar Jaemin, yang dibenarkan oleh Jeno. "Akhir-akhir ini, aku tidak perlu menyanyikan lagu karena itu bisa dinyanyikan oleh AI. Aku sampai kaget," Jisung menimpali. "Itu sebabnya aku benci AI," kata Chenle, dan Renjun menyahut, "Aku juga tidak menyukainya", sementara Jisung menimpali, "Aku juga".
"Semuanya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita hentikan tapi dunia sudah berubah," kata Jaemin. "Rasanya musik berubah sangat cepat," Mark Lee menambahkan. "Kita juga membutuhkan AI," kata Jaemin lagi. "Kita membutuhkannya tapi kalau bernyanyi dilakukan oleh AI seperti ini, lalu apa arti dari apa yang kita lakukan? Rasanya seperti itu," ujar Chenle.
Perasaan Chenle mencerminkan perasaan seniman lain yang sudah mulai kehilangan pekerjaan karena AI yang digunakan oleh mereka yang tidak melihat nilai seni tradisional. Terlepas dari bagaimana AI berkembang, NCT DREAM dapat diyakinkan bahwa mereka tidak akan tergantikan di hati penggemar mereka.
(wk/dewi)