Informasi Pribadi BTS Terancam Dijual Hacker Asal Indonesia
Twitter/bts_bighit
Selebriti

Media Korea Selatan melaporkan bahwa BTS menjadi sasaran pelanggaran privasi. Sekelompok hacker asal Indonesia disebutkan menjual informasi pribadi member BTS lewat aplikasi Telegram.

WowKeren - Sebagai salah satu boy grup K-Pop terbesar, BTS rentan mengalami pelanggaran informasi. Apalagi baru-baru ini tersiar kabar bahwa informasi pribadi Jungkook cs terancam menjadi komoditi kejahatan dunia maya.

Pada Senin (28/8), media Korea TenAsia melaporkan bahwa ada sekelompok hacker asal Indonesia yang mengancam akan memperjualbelikan informasi pribadi member BTS. Grup hacker ini membuat saluran Telegram bernama "OP BTS".

Singkatan OP dalam nama saluran Telegram tersebut berarti "operasi". Pengelola saluran terkait mengunggah postingan penjualan nomor telepon member BTS. Mereka akan memberikan nomor telepon dengan imbalan berupa uang tunai.

TenAsia menganggap ini membahayakan karena informasi yang diperjualbelikan akan berkembang menjadi kejahatan serius. Dengan nomor telepon BTS dijual sedemikian rupa, pembelinya kemungkinan besar adalah sasaeng fans.

Dalam kultur K-Pop keberadaan sasaeng sering kali membahayakan keselamatan dan mengganggu kenyamanan artis karena obsesi mereka yang berlebihan. Apalagi tidak sedikit tingkah sasaeng pernah mengancam nyawa artis.

Pada kasus BTS sendiri, Jungkook beberapa kali meminta sasaeng berhenti mengganggunya. Saat live beberapa waktu lalu, Jungkook meminta sasaeng tidak mengikutinya saat sedang olahraga.


Kala itu, Jungkook berkata, "Makasih sudah mendukungku. Tapi jangan datang saat aku olahraga. Aku sangat kaget pada hari lain, aku harus pulang setelah olahraga, tapi ada banyak orang orang di depanku. Memangnya itu jadwal resmiku?"

Sebelumnya, Jungkook juga pernah meminta berhenti dikirimi makanan pesan antar oleh sasaeng. Selain itu, ia pernah memperingatkan fans yang membagikan informasinya saat sedang ada di luar jadwal usai ketahuan nonton Coachella 2023.

Selain Jungkook, RM juga pernah menderita pelanggaran privasi. Seorang pegawai KORAIL mengakses informasi tentang jadwal perjalanan RM untuk kepentingan pribadi. Kini pelaku sudah diberikan sanksi berupa pemecatan.

Hingga saat ini, BigHit Music dan HYBE belum memberikan respons mengenai ancaman pelanggaran privasi terhadap BTS. Diharapkan agar agensi segera mengambil tindakan mengenai hal ini.

Sementara itu, BTS sendiri baru akan kembali sebagai grup 2025 mendatang jika semua member sudah selesai wajib militer. Saat ini, Jin dan J-Hope sudah memulai wamil sedangkan member lain akan berangkat sesuai rencana masing-masing. Suga telah diumumkan akan menjadi member selanjutnya yang mendaftar wajib militer.

Meski tidak ada aktivitas grup secara resmi, BTS telah merilis lagu spesial ultah ke-10 berjudul "Take Two". Dalam lagu ini, ketujuh member berpartisipasi sebagai hadiah untuk fans.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait