Jungkook BTS Diduga Jadi Korban Rasisme Podcast New York Times
Twitter/bts_bighit
Selebriti

Pelantun 'Seven' ini dikatakan menjadi korban rasisme salah satu episode podcast milik New York Times yang dirilis pada 1 Desember lalu. Karena perbandingan negatif dengan Justin Timberlake, ARMY pun menuntut permintaan maaf.

WowKeren - BTS kembali disebut-sebut menjadi korban rasisme. Kali ini, Jungkook-lah yang dikatakan mendapatkan perlakuan tidak mengenakan saat dirinya menjadi topik pembicaraan dalam episode podcast "Popcast" yang dirilis oleh The New York Times melalui Spotify pada hari Jumat (1/12).

Jungkook dipilih menjadi topik diskusi di "Popcast" karena episode terbaru yang berjudul "Jung Kook, BTS and English Language K-Pop" tersebut membahas tentang penggunaan bahasa Inggris di lagu-lagu K-Pop. Idol kelahiran tahun 1997 ini menjadi poin pembahasan karena ia baru saja merilis album solo perdananya, "GOLDEN", pada 3 November lalu.

Dalam episode ini, host Jon Caramanica dan tamu pembicara Kara menyinggung tentang keterlibatan produser dari Amerika dalam pembuatan album "GOLDEN" milik Jungkook. "Semua penulisnya, semua produsernya (orang Amerika), itu pada dasarnya adalah album orang Amerika dengan wajah Korea," beber Kara.

Jungkook BTS menjadi sasaran rasisme

Sumber: Spotify


Sayangnya, pembahasan tersebut berujung dengan perbandingan idol tampan ini dengan Justin Timberlake. Kara menambahkan bahwa mengingat Amerika sudah memiliki Justin, ia merasa tidak perlu jauh-jauh mencari pria Korea, yang dalam kasus ini adalah Jungkook.

"Jadi menurutku, kalau aku jadi seorang pendengar adalah, 'Oh, ini yang bisa pria K-Pop lakukan, itu terdengar seperti Justin Timberlake. Kenapa kamu membutuhkan pria Korea melakukan seperti Justin Timberlake kalau kita punya Justin Timberlake? Aku bisa melihat Trolls 3 (Jungkook) sekarang.' Aku tidak perlu pergi ke Seoul untuk melihat Trolls 3, itu ada di sini," lanjut Kara.

Tak ayal, pernyataan Kara di episode "Popcast" milik The New York Times ini membuat ARMY murka. Pasalnya, pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa bintang tamu ini tidak menyukai orang-orang dari negara lain, yang juga dikenal dengan istilah xenophobia. Oleh karena itu, banyak penggemar menuntut The New York Times untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada maknae BTS ini.

"Minta maaflah karena tidak cuma sangat tidak profesional tapi juga sangat tidak bermoral @nytimes, @idolcast, @joncaramanica. Hapus podcast dan minta maaf. Entitas besar seperti The New York Times seharusnya tidak bertanggung jawab menyebarkan rasisme terang-terangan dan menempatkan orang-orang bodoh seperti itu di platform mereka. Ini sungguh memalukan. @spotifypodcast kalian harus memeriksanya dan menghapus podcast itu," pinta ARMY.

Ini bukan pertama kalinya member BTS dihadapkan pada rasisme. Pada tahun 2022 lalu, BTS sempat diduga menjadi sasaran rasisme dan homofobia seorang DJ radio Prancis. Saat itu, BTS dijuluki "sekelompok perawan Korea". Boy group ternama ini juga terus mendapatkan komentar homofobik dengan nada mengejek.

(wk/alfa)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending
Berita Terbaru