Setelah vonis dijatuhkan pada penguntit Jung Eunji A Pink, sidang banding masih akan dilakukan dan sudah dijadwalkan pada bulan depan. Eunji telah dibuntuti pelaku selama tiga tahun dan menyebabkan trauma.
- Intan Maharani
- Sabtu, 08 Juni 2024 - 10:56 WIB
WowKeren - Jung Eunji A Pink rupanya masih harus berjuang untuk menghukum penguntitnya selama bertahun-tahun. Setelah dijatuhi vonis, penguntit itu mengajukan banding.
Pada Jumat (7/6/2024), dilaporkan bahwa Pengadilan Distrik Pusat Seoul telah menjadwalkan sidang banding Cho yang dinyatakan bersalah karena menguntit Eunji. Persidangan itu akan digelar pada 9 Juli 2024.
Didakwa melanggar Undang-Undang Kasus Khusus Mengenai Hukuman, Cho sudah dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan masa percobaan 2 tahun. Ia pun harus membayar denda 100 ribu won (sekitar Rp1,17 juta.
Selain itu, Cho juga diwajibkan melakukan 120 jam pelayanan masyarakat. Ia juga harus mengikuti kelas 40 jam untuk mencegah kejahatan penguntitan.
Sebelum diperkarakan, Eunji sudah mencoba cara baik-baik untuk membuat Cho berhenti menguntitnya. Namun, upaya Eunji ini tidak membuahkan hasil.
Meskipun sudah berkali-kali diperingatkan, Cho tidak menunjukkan tanda-tanda bersalah. Hal ini menyebabkan polisi menjatuhkan hukuman itu untuknya.
“Meskipun korban menderita trauma mental dan emosional yang parah, terdakwa menolak untuk mengakui kejahatannya dan tidak menunjukkan tanda-tanda refleksi,” kata pihak pengadilan.
Selama tiga tahun, Cho telah menguntit Eunji sejak Maret 2020. Ia mengirim paket ke rumah Eunji disertai pesan berbunyi, “Maukah kamu menerimaku sebagai pembantu dan teman untuk tinggal bersamamu?”
Dua bulan berikutnya, Cho membuntuti Eunji ke salon dengan sepeda motor. Namun, rupanya hal ini tidak berhenti sampai di sini.
Pada April dan Juli 2021, Cho mengintai apartemen Eunji. Kala itu, Cho mendapat peringatan keras dari polisi dan membuatnya mengirim pesan ke agensi Eunji soal tidak akan menghubungi aktris sekaligus idol tersebut.
Akan tetapi, Cho masih terus meneror Eunji dengan DM Instagram dan pesan Bubble yang jumlahnya bahkan tak terhitung. Teror Cho ini membuat Eunji mengumumkan akan menghentikan layanan Bubble sama sekali karena “orang-orang yang terlalu asyik dengan hal ini tidak bisa menjalani kehidupan normal”.
(wk/inta)