Kantor Polisi Yongsan telah dipadati oleh awak media yang berburu foto Suga BTS saat menghadiri panggilan pihak berwajib. Namun, polisi terlambat memberitahukan bahwa Suga tidak akan diperiksa pada hari ini, Kamis (22/8).
- Intan Maharani
- Kamis, 22 Agustus 2024 - 10:52 WIB
WowKeren - Terkait kedatangan Suga BTS untuk penyelidikan terkait kasus mengemudi saat mabuk (DUI), polisi ternyata terlambat memberikan informasi terkait tanggal sebenarnya. Berbeda dari laporan yang beredar, Suga dipastikan belum ada jadwal untuk dipanggil.
Pada 22 Agustus, para wartwawan berkumpul untuk menunggu Suga di kantor polisi Yongsan. Mereka datang dengan acuan berita sehari sebelumnya.
Sejumlah wartawan mulai berkumpul di tempat tersebut sejak pagi hari, berharap untuk mendapatkan foto Suga. Namun, perwakilan dari agensi Suga, HYBE, menyatakan bahwa, “Suga tidak akan muncul hari ini,” yang menyebabkan kebingungan di antara para wartawan.
Menurut laporan media setempat, sasana di lokasi menjadi penuh ketegangan karena beberapa wartawan tetap skeptis terhadap pernyataan HYBE dan memilih untuk tetap berada di tempat itu.
Kemudian, polisi mengonfirmasi bahwa, “Tanggal penyelidikan Suga masih dijadwalkan dan belum pasti.”
Hal ini dikonfirmasi kembali oleh perwakilan Big Hit Music yang meminta maaf atas kesalahan informasi sebelumnya. Mereka menyatakan, “Kami tidak bisa menjawab kapan penyelidikan akan dilakukan.”
Sebelumnya pada 21 Agustus, media Korea Selatan, Seoul Shinmun, melaporkan bahwa Suga dijadwalkan untuk menghadiri penyelidikan polisi pada 22 Agustus terkait kasus DUI. Pada hari yang sama, laporan menyebutkan bahwa Suga, yang sedang menjalani dinas militer sebagai pekerja layanan publik sejak September tahun lalu, akan membuat penampilannya secara non-publik dan menghindari jalur foto.
Polisi dalam pernyataannya menegaskan, “Kami tidak dapat menciptakan jalur foto dengan sengaja. Kami akan menerapkan standar yang sama seperti pada tersangka lainnya.”
Sementara itu, Suga menjadi sorotan setelah terjatuh dari kendaraan di Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul pada 6 Agustus. Saat itu, tingkat alkohol dalam darah Suga mencapai 0,227 persen, jauh melebihi batas pencabutan lisensi yang ditetapkan sebesar 0,08 persen.
Insiden ini menjadi semakin menarik perhatian publik terutama karena dibandingkan dengan kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan selebritas lain seperti Kim Sae Ron dan Kwak Do Won, yang memiliki kadar alkohol dalam darah masing-masing 0,2 persen dan 0,158 persen.
Selain menghadapi penyelidikan minuman keras, Suga juga mendapat sorotan mengenai dinas militernya. Pada 12 Agustus, sebuah laporan menyebutkan bahwa sebuah pengaduan diajukan kepada Kantor Regional Tenaga Militer Seoul yang menyerukan investigasi terhadap layanan publik Suga.
Pengadu ini menyatakan bahwa ada kontroversi terkait penjelasan awal Suga dan Big Hit Music yang dianggap meremehkan situasi serta menunjukkan “rasa hak istimewa” yang mungkin mempengaruhi kejadiannya.
Mereka menuntut agar penyelidikan dilakukan secara mendalam untuk memastikan Suga menjalankan tugas militernya dengan benar, dan menyarankan tindakan ketat jika ditemukan pelanggaran.
(wk/inta)