Aktor Palestina Motaz Malhees tidak bisa hadir di Oscar ke-98 akibat larangan perjalanan.
- Senin, 16 Maret 2026 - 11:32 WIB
WowKeren - Motaz Malhees, aktor asal Palestina, mengungkapkan bahwa larangan perjalanan yang diterapkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghalanginya untuk menghadiri acara Oscar ke-98. Film yang dibintanginya, The Voice of Hind Rajab, berhasil mendapatkan nominasi dalam kategori Film Fitur Internasional Terbaik.
Malhees, yang berperan sebagai seorang operator call center dalam film tersebut, menyatakan bahwa ia sangat kecewa karena tidak bisa menghadiri acara bergengsi itu. "Saya tidak akan berada di sana," tulisnya melalui media sosial. "Saya tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat karena kewarganegaraan Palestina saya," tambahnya.
Ia juga mengungkapkan rasa sakit hatinya karena larangan ini terkait dengan identitas kewarganegaraannya. "Ini menyakitkan. Tapi inilah kebenarannya: Anda bisa memblokir paspor. Anda tidak bisa membungkam suara," ujar Malhees. Ia menegaskan, "Saya adalah warga Palestina, dan saya berdiri dengan bangga dan bermartabat. Semangat saya akan bersama The Voice of Hind Rajab. Semoga sukses untuk kalian semua. Kisah kita lebih besar dari penghalang itu, dan kisah itu akan didengar," lanjutnya.
Dalam film ini, Malhees berperan sebagai Omar, seorang sukarelawan Bulan Sabit Merah yang berusaha membantu Rajab, seorang gadis Palestina berusia lima tahun yang selamat dari serangan tank Israel pada tahun 2024. Serangan tersebut mengakibatkan seluruh keluarganya tewas, dan dalam rekaman panggilannya, Rajab terdengar sangat ketakutan saat meminta bantuan, "Tolong datanglah padaku, tolong datanglah. Aku takut," sambil terdengar suara tembakan di latar belakang.
Film The Voice of Hind Rajab bersaing dengan film-film lain seperti The Secret Agent dari Brasil, Sentimental Value dari Norwegia, Sir?t dari Spanyol, dan It Was Just an Accident dari Prancis. Film ini mendapatkan pujian kritis karena berhasil menggambarkan momen-momen terakhir yang menyentuh dari seorang gadis kecil yang terjebak dalam situasi tragis.
Walaupun Malhees tidak bisa hadir, para pemeran lain dalam film tersebut memiliki kewarganegaraan yang memungkinkan mereka untuk bepergian ke AS. Penegasan dari Trump pada bulan Desember lalu mengisyaratkan bahwa individu dengan dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh Otoritas Palestina tidak akan diizinkan untuk masuk ke negara tersebut. Pembatasan ini mulai berlaku sejak 1 Januari dan diberlakukan dengan alasan keamanan.
Film ini menampilkan Saja Kilani, Clara Khoury, dan Amer Hlehel sebagai pemeran utama lainnya. Dengan narasi yang kuat dan emosional, The Voice of Hind Rajab tidak hanya menawarkan perspektif baru tentang konflik yang berkepanjangan, tetapi juga memberikan suara bagi mereka yang terjebak dalam situasi yang tidak adil.
(wk/timw)