HYBE mengeluarkan sekitar ₩90 juta KRW untuk comeback BTS di Seoul.
- Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:07 WIB
WowKeren - Seoul, 21 Maret 2026 - BTS akan menggelar konser comeback yang sangat dinantikan di Gwanghwamun Square, Seoul, dengan total biaya yang dikeluarkan oleh agensi mereka, HYBE, mencapai sekitar ₩90 juta KRW (sekitar $60,400 USD). Biaya ini mencakup penggunaan Gwanghwamun Square selama satu minggu dan juga beberapa lokasi bersejarah lainnya.
Konser ini menjadi momen bersejarah karena menjadi pertama kalinya seorang artis solo menggelar penampilan di Gwanghwamun Square. Menurut pejabat kota Seoul, biaya yang harus dibayar oleh HYBE untuk menggunakan tempat tersebut adalah sedikit di atas ₩30 juta KRW (sekitar $20,100 USD). Biaya ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan sewa tempat konser besar lainnya, karena Gwanghwamun Square adalah ruang publik yang terbuka untuk umum.
“Biaya penggunaan yang harus dibayar oleh HYBE (yang telah mendapatkan izin untuk menggunakan Gwanghwamun Square) adalah sedikit di atas ₩30 juta KRW,” ungkap pejabat tersebut pada 20 Maret. Berdasarkan peraturan kota mengenai penggunaan dan pengelolaan Gwanghwamun Square, biaya ditentukan sebesar ₩10 KRW (sekitar $0.01 USD) per 1㎡ per jam untuk waktu operasional 6 pagi hingga 6 sore, dan ₩13 KRW untuk waktu malam.
Dengan luas Gwanghwamun Square yang lebih dari 10,000㎡, biaya penggunaan selama tujuh hari, dari 16 hingga 22 Maret, dihitung sekitar ₩30 juta KRW. Selain itu, HYBE juga mendapatkan izin untuk menggunakan dan merekam di Gyeongbokgung Palace dan Sungnyemun Gate, dengan total biaya yang dibayarkan kepada Korea Heritage Service mencapai ₩61.2 juta KRW (sekitar $41,100 USD). Pejabat menjelaskan bahwa jumlah ini mempertimbangkan hilangnya pendapatan tiket akibat penggunaan tempat tersebut.
Pada hari konser, Gyeongbokgung Palace, Deoksugung Palace, dan National Palace Museum of Korea akan ditutup untuk umum. Secara keseluruhan, HYBE akan membayar sekitar ₩90 juta KRW kepada Pemerintah Metropolitan Seoul dan pemerintah nasional untuk penggunaan ruang publik serta situs warisan budaya. Namun, pengeluaran publik terkait acara ini diperkirakan akan jauh melebihi biaya tersebut.
Untuk manajemen keamanan, lebih dari 10,000 personel akan dikerahkan, termasuk sekitar 6,700 petugas polisi dan 3,400 pejabat dari pemerintah kota, distrik, dan otoritas pemadam kebakaran. Selain itu, terdapat biaya sosial tidak langsung yang signifikan. Polisi telah meminta agar kelompok sipil membatasi atau membatalkan protes di Gwanghwamun Square mulai tanggal 16 Maret. Akses ke gedung-gedung sekitar juga akan dibatasi menjelang acara dan layanan transportasi umum, berbagi sepeda, serta jalan-jalan sekitar akan mengalami gangguan, yang tentunya akan berdampak pada kehidupan sehari-hari warga.
(wk/timw)