Kemarahan pasangan di Seoul meningkat setelah konser BTS berdampak pada pernikahan mereka.
- Senin, 23 Maret 2026 - 05:35 WIB
WowKeren - Konser BTS yang digelar pada 21 Maret 2026 di Gwanghwamun Square, Seoul, memicu kemarahan pasangan yang sedang bersiap menikah, bahkan beberapa di antaranya mempertimbangkan untuk menggugat penyelenggara. Acara ini merupakan comeback monumental BTS setelah hampir empat tahun vakum.
Penyelenggaraan konser yang menarik perhatian banyak penggemar ini juga menimbulkan kontroversi, terutama terkait dampak negatif yang dirasakan oleh warga sekitar. Banyak pasangan yang mengeluhkan masalah lalu lintas yang disebabkan oleh acara besar tersebut, yang membuat mereka terpaksa mengubah rencana pernikahan secara mendadak.
Salah satu pengantin pria, yang hanya diidentifikasi dengan inisial “A”, mengungkapkan bahwa ia harus memajukan waktu pernikahannya satu jam lebih awal menjadi pukul 11.00 untuk menghindari kemacetan. “Menginformasikan semua tamu tentang perubahan ini bukan perkara mudah, dan beberapa dari mereka hampir melewatkan acara karena kebingungan,” ungkapnya. Ia juga menyesalkan kurangnya bantuan dari Pemerintah Kota Seoul maupun HYBE, menambahkan, “Seolah-olah mereka telah mencuri plaza yang seharusnya menjadi milik semua warga. Saya bertanya-tanya apakah mereka setidaknya bisa memberikan permintaan maaf yang tulus.”
Pengantin pria lainnya, yang bernama Mr. Son, juga mengungkapkan kekecewaannya dan mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan terhadap penyelenggara konser. Ia merasa frustrasi setelah mengeluarkan banyak biaya untuk menyewa lokasi dekat Gwanghwamun, hanya untuk menyaksikan rencananya berantakan karena acara tersebut. “Rasa frustrasi ini muncul karena pernikahan saya terasa ‘tidak ada’ dibandingkan dengan comeback BTS,” keluhnya.
Seiring dengan semakin banyaknya laporan serupa, opini publik mulai berbalik terhadap HYBE dan Pemerintah Kota Seoul yang dinilai mengizinkan acara berlangsung di ruang publik tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat. Beberapa warga menyarankan agar konser tersebut diadakan di lokasi lain, seperti tempat pelaksanaan Jambore Pramuka Dunia 2023.
“Saya tidak mengkritik konsernya, tetapi dengan banyaknya tempat lain yang tersedia, mengapa mereka memilih lokasi itu? Ini bukan sekadar permohonan maaf yang bisa disampaikan,” komentar salah satu warga. “Tentu saja, gugatan untuk kerugian harus diajukan. Apakah mereka yang merencanakan pertunjukan di Gwanghwamun tidak berpikir panjang? Oh Se Hoon yang menyetujuinya seharusnya mendapat hukuman yang setimpal.”
Lebih lanjut, ada suara-suara yang menyatakan bahwa jika korban dari tragedi kerumunan Itaewon mendapatkan kompensasi, maka para pengantin yang dirugikan juga harus mendapatkan hak yang sama. “Apakah penyanyi lain dianggap bukan penyanyi sejati? Pemerintah tampaknya menginstruksikan mereka untuk mengadakan acara di Gwanghwamun,” ungkap seorang warga lainnya.
(wk/timw)